Jonggol – Jabartandang.com – Festifal budaya tradisi ngadu kuluwung yang di selenggarakan Desa Jatinunggal melawan Desa Balekambang pada hari sabtu 05/04/2025 berlangsung meriah acara di adakan dua hari, sabtu dan minggu.
Acara yang di adakan tujuh sampai delapan tahun sekali ini sangat d tunggu – tunggu masyarakat, terbukti dari antusiasme masyarakat yang datang ke acara festival budaya ngadu Kuluwung atau di sebut juga ngadu bedug membludak bahkandari luar daerah jonggol.
“Ini warisan budaya dari nenek moyang yang sudah turun temurun dan tidak d adakan setiap tahun kebetulan terahir kita adakan tahin 2017 dan baru ada lagi sekarang di tahun 2025 ” ungkap Radis ketua kordinasi lapangan
Acara yang berlangsung dua hari ini akan di mulai pada pukul 13.00 wib sampai pukul 17.00 wib khusus besok minggu 05/04/2025 acara akan di mulai pukul 08.00 wib dampai pukul 17.00 wib.
Acara ini terselenggara dari swadaya masyarakat yang di kumpulkan selama delapan tahun terakhir. Festival budaya ngadu kuluwung menghabiskan biaya kurang lebih 150.000.000 untuk semua biaya dari persiapan acara sampai terrealisasinya acara festival budaya ngadu kuluwung dan semua pendanaan di dapat dari swadaya masyarakat dan donatur – donatur yang mendukung.
“Sebenernya targetnya itu 17 Kuluwung karena yang terlibat satu desa bukan satu kampung jadi setiap rw itu menyumbang ke sini akhirnya membludak jadi semua jumlahnya jadi 34 kuluwung dan semua di operasikan” tambah Radis
Masyarakat berharap tradisi ini akan tetap di lestarikan karena ini merupakan warisan budaya dari nenek moyang. Semua proses pembuatan kuluwung d lakukan secara manual dan di lakukan secara gotong royong. Semua elemen dan lapisan masyarakat ikut terlibat sehingga menciptakan kebersamaan kerja sama dan gotong royong semakin terasa.
Tersedia hiburan kesenian sunda jaipongan dari grup Kapiraray Karawang, dan bisa di nikmati masyarakat gratis selama dua hari bahkan grup kapiraray ini murni gratis tanpa di bayar panitia sebagai bentuk dukungan dalam melestarikan budaya.
Li/Ad