RATUSAN JAMAAH HADIRI TRADISI GREBEG SUNGKEM DI PONPES SYARIF CIBOGO CIREBON

oleh -46 views

Jabartandang.com,” – Cirebon – Senin, 9 Juni 2025
Ratusan jamaah dari berbagai daerah menghadiri Tradisi Grebeg Sungkem yang digelar di Pondok Pesantren Cibogo, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Senin (9/6). Kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan pasca Idul Adha 1446 Hijriah, yang dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur dan pendiri pesantren.

Tradisi sakral yang dipimpin oleh KH. Ma’dun, pengasuh Pondok Pesantren Cibogo sekaligus beliau adalah keponakan dari tokoh kharismatik Mbah Fanani.diikuti oleh warga setempat serta tamu undangan dari berbagai wilayah. Dalam prosesi Grebeg Sungkem, para peserta melakukan ziarah ke makam-makam leluhur sebagai simbol rasa syukur dan penghormatan (sungkem) terhadap para tokoh penyebar Islam dan pelestari pesantren di Cirebon.

Acara ini juga turut dihadiri oleh Sultan Kacirebonan, Sultan Abdul Gani, serta Kapolsek Selatan Timur Polres Cirebon Kota, AKP Joni Rahmat Syahputra, S.H., M.Si. Kehadiran kedua tokoh tersebut memberikan nuansa khidmat dan memperkuat makna simbolis dari kegiatan ini, antara lain sebagai representasi persatuan, penghormatan terhadap tradisi, serta kolaborasi antara tokoh agama, budaya, dan unsur keamanan.

“Tradisi Grebeg Sungkem ini merupakan bagian penting dari warisan budaya dan spiritual pesantren yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” ujar KH. Ma’dun dalam sambutannya. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai sejarah dan spiritual yang telah diwariskan oleh para pendiri pesantren.

Setelah prosesi utama, acara dilanjutkan dengan ziarah religi ke sejumlah makam tokoh penting penyebar Islam dan leluhur di wilayah Cirebon, di antaranya:

1. Makam Mbah Sholeh, pendiri Pondok Pesantren Benda Kerep

2. Makam Keramat Sunan Kalijaga

3. Makam Keramat Sunan Gunung Jati

4. Makam Keramat Pangeran Cakrabuwana

Dalam kesempatan tersebut, KH. Ma’dun juga menyampaikan harapan besar agar pembangunan Masjid Syekh Anwaruddin Kriyan di lingkungan pesantren dapat segera dirampungkan. Ia mengajak seluruh alumni dan masyarakat untuk turut serta memberikan dukungan, baik secara moril maupun materiil.

“Masjid yang representatif akan menjadi pusat ibadah dan pendidikan yang penting bagi santri dan masyarakat sekitar. Kami yakin, dengan gotong royong, pembangunan ini dapat segera selesai,” pungkasnya.

Tradisi Grebeg Sungkem diharapkan terus menjadi tonggak yang menguatkan jalinan spiritual, kebersamaan, serta penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan agama di tengah masyarakat.

( Hisam )