Bogor, Jabartandang.com,” – – Tak terima dirinya kembali diberitakan pasca penggerebekan toko obat, seorang oknum anggota yang diduga “membekingi” toko obat golongan G berinisial M buka suara. Ia mengungkap dugaan tebang pilih yang dilakukan Polsek Gunung Putri dalam penertiban warung-warung obat golongan G di Pasar Wanaherang, Gunung Putri. M membeberkan hanya tokonya yang diproses, sementara toko lain yang diduga memiliki kedekatan dengan aparat tetap dibiarkan buka.
Salah satu pemilik toko yang sudah digerebek berinisial M dan sempat diperiksa polisi, mengaku kecewa dan merasa diperlakukan tidak adil. Dalam pernyataannya kepada awak media, M menyebut masih ada toko yang tetap beroperasi meski berada di lokasi yang sama, bahkan diduga merupakan “peliharaan” oknum polisi berinisial L, atau yang dikenal di lapangan sebagai “Leo Buser”.

“Saya senang berita itu naik, tapi toko peliharaan Polsek Leo masih tetap buka. Kenapa mereka tebang pilih? Terutama oknum di Polsek Gunung Putri. WA saya saja diblokir sama Leo Buser,” ungkap M.
M bahkan menyebut adanya dugaan praktik pungutan liar dalam operasi tersebut.
“Parah, Polsek dan Polres Bogor tebang pilih, Mas. Punglinya juga tidak sedikit mungkin… Saya yang ditindak, tapi yang jelas-jelas masih buka malah dibiarkan. Saya rasa ada permainan,” tambahnya.
M juga meminta agar perlakuan aparat kepolisian yang tidak adil ini disorot dan diviralkan, karena menurutnya hanya dirinya yang diproses, sementara toko lain yang diduga dilindungi aparat tetap bebas beroperasi.
“Viralkan mas, kok cuma saya yang diperiksa? Oknum Polsek masih membiarkan toko lain buka. Emang Polsek aja butuh makan?” lanjutnya.
Pihak Polsek Gunung Putri hingga berita ini diturunkan belum memberikan klarifikasi meski telah dihubungi melalui pesan dan telepon. Sikap bungkam aparat justru makin menguatkan kecurigaan publik atas dugaan permainan di balik operasi pemberantasan toko obat ilegal tersebut.
(LA).










