“UKM UIN Syech Nurjati Cirebon Gelar EDUSIGAP 3.0: Sinergi Mahasiswa dan Komunitas untuk Kesiapsiagaan Bencana”

oleh -123 views

Jabartandang.com,” –  Cirebon., Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UIN Syech Nurjati Cirebon menggelar kegiatan edukatif dan inspiratif bertajuk EDUSIGAP 3.0 di Gedung ICC UIN Syech Nurjati Cirebon, Jl. Perjuangan, Kota Cirebon. Pada 20/06/2025 Di bawah kepemimpinan Siti Yuni Elita sebagai Ketua Umum UKM, kegiatan ini mengangkat tema “Peluk Luka, Padam Bahaya: Dari Jiwa yang Tanggap dalam Aksi Nyata.”

Kegiatan ini menjadi momen sinergi antara mahasiswa, komunitas sosial, dan masyarakat umum dalam membangun kesadaran serta kesiapsiagaan menghadapi bencana. Sejumlah elemen turut ambil bagian, di antaranya Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) wilayah 17 Kota Cirebon yang diwakili oleh Agus Sulaeman selaku Ketua Wilayah serta RAPI wilayah 26 Kabupaten Cirebon.

Hadir sebagai narasumber utama, Bapak Nurjaman, SE, selaku Kepala Seksi Kesiapsiagaan, Operasi, dan Penyelamatan Kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cirebon, yang menyampaikan materi mengenai pentingnya penanganan awal dalam situasi darurat, termasuk kebakaran dan evakuasi dini.

“Peran generasi muda sangat krusial dalam membangun masyarakat yang siaga dan tanggap terhadap bencana. Edukasi seperti ini harus terus digalakkan,” ungkap Bapak Nurjaman dalam paparannya. Disela kegiatan pihak damkar menyajikan simulasi pemadaman api yang bersumber dari tabung gas elpiji (LPG)3kg yang memang danggap rawan sebagai pemicu terjadinya kebakaran.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, kegiatan ini juga melibatkan Puskesmas Sunyaragi, yang membuka layanan cek kesehatan gratis untuk seluruh peserta dan pengunjung.

“EDUSIGAP 3.0 bukan sekadar kegiatan, tapi gerakan kolaboratif yang menyatukan semangat kemanusiaan. Kami ingin hadir di tengah masyarakat sebagai pelopor perubahan, mulai dari kesadaran diri hingga aksi nyata,” jelas Siti Yuni Elita, Ketua Umum UKM UIN Syech Nurjati Cirebon.

Antusiasme peserta sangat tinggi, baik dari kalangan mahasiswa, relawan sosial, hingga masyarakat umum. EDUSIGAP 3.0 membuktikan bahwa ketika semangat gotong royong dan edukasi digabungkan, akan lahir aksi nyata yang berdampak bagi lingkungan sekitar.

(Hans/AS)