*CORONG JABAR*: *Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) harus di evaluasi serius dan menjadi perhatian khusus Pemprov Jabar dan pemerintah Pusat*

oleh -149 views

Jabartandang.com,” – Jawa Barat memiliki dua bandara fasilitas transfortasi udara yaitu Bandara internasional Husen Sastranegara dan Bandara Internasional Jawa Barat ( BIJB ) .
Bandara Husen i ternasional sastranegara terletak di kota Bandung sedangkan BIJB terletak di Kertajati Kabupaten Majalengka.

BIJB yang luasnya sekitar 1.800 hektar telah menelan biaya triliyunan rupiah digelontorkan dari APBD prov Jabar hingga kini , sebuah bandara Milik BUMD pemprov jabar PT.Bandara Internasional Jawa Barat ( Perseroda) yang dibentuk tanggal 24 november 2013 diharapkan menjadi sebuah bandra Internasional pusat transformasi pelayanan lintas udara di jawa barat.

Ketua presidium CORONG JABAR perhimpunan politisi ,akademisi, profesi dan tokoh2 jabar Yusuf Sumpena.SH .Spm panggilan kang Iyus menyampaikan sangat menyayangkan sekali BIJB kerta jati sampai saat ini tidak efektif sesuai yang diharapkan ,BIJB termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN ) , ketertarikan maskapai penerbangan sebagai stake holder bandara sangat minim sekali padahal tol cisumdawu sudah mengakses ke bandara tapi tetap tidak mendapat respon positif dari pasar .

Ini sebuah perencanaan yang kurang baik dan terkesan sebuah analisis bisnis yang gagal. Segmentasi dan Target market yang tidak sesuai sasaran , positioning yang tidak tepat menjadikan BIJB sebuah bandara yang mewah hanya sebagai simbol semata. Di jawa barat Mayoritas pengguna maskapai atau market penerbangan itu masyarakatya sekitar Bandung raya karena pusat bisnis jawa barat ada disekitar Bandung Raya secara geografis mereka lebih memilih bandara terdekat yaitu di Bandara Internasional Husen Sastra negara bahkan kecenderungan ada yang memilih ke Bandara cengkareng Tangerang atau bandara internasional Soekarno Hatta dan bandara Halim daripada harus ke BIJB kerta jati , ke bandara Soekarno Hatta dan Halim fasiltas transfortasi tersedia di beberapa tempat bandung raya dan kota /kabupaten lainnya yang langsung akses kelokasi bandara , ke Bandara kerta jati kita perhatikan tidak ada fasiltas trasportasi yang langsung kebandara. Positioning dan market BIJB lebih tepat ke wilayah cirebon ,kuningan , indramayu ,brebes ,tegal secara prosentasenya minim pemakaian transportasi penerbangan . Sekali lagi ini sebuah kesalahan analisis bisnis .Tegas kang Iyus

Kang Iyus menyarankan BIJB harus memiliki strong point dan selling point untuk menarik pasar demikian juga terhadap pihak maskapai , strong point dan Selling point termasuk Aero city ini harus di kaji secara matang dan profesional oleh konsultan .jangan konsultan asal asalan ,regulasi dari penprov jabar serta pusatpun sangat di butuhkan. *Evaluasi ,kajian bisnis ini harus serius dilakukan kalau tidak serius saya setuju apa yang disampaikan Wali Kota Bandung Kang Farhan sebaiknya untuk maskapai transportasi penerbangan jawa barat di focuskan saja ke bandara Internasional Husen sastrannegara yang sudah jelas dan profesional pengelolaannya . BIJB dikhusukan saja untuk hanggar pesawat untuk pemeliharaan ,perawatan pesawat TNI ,Polri dan swasta saja serta penerbangan umroh haji dan penerbangan haji tahunan. Alangkah lebih baik biaya operasional di alihkan untuk kepentingan yang lain untuk rakyat* . Tutur Kang Iyus.(Redaksi)