Jabartandang.com,” – Cirebon., – Dalam upaya memperkuat praktik pendidikan lingkungan hidup di dunia pendidikan, SMPN 7 Kota Cirebon yang telah menyandang predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional, menerima kunjungan istimewa dari 12 sekolah binaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu, Rabu 6/8/2025.
Kegiatan studi banding ini turut difasilitasi oleh mitra industri PT Polytama Propindo dan berlangsung di lingkungan hijau dan edukatif SMPN 7 Jl. Ciremai Raya No.13, Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.
Kunjungan tersebut menjadi ruang kolaboratif yang mempertemukan berbagai elemen strategis, antara lain:
dr. Yuni Darti, Sp.GK. Kepala DLH Kota Cirebon
Kadini, S.Sos. Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon
H. Hendri Gunawan, S.Pd., M.A. Pengawas Bina Sekolah, Disdik Kota Cirebon
Dra. Euis Sulastri, M.Pd. Kepala SMPN 7 Kota Cirebon
Para kepala SD inspiratif dari Kota Cirebon
Perwakilan komunitas lingkungan seperti Youth Entrepreneur Studio, Proklim Merbabu, Bank Sampah Kompak, hingga Komunitas Pandan Mulya,
Delegasi dari PT Polytama Propindo dan seluruh rombongan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Pendidikan (DISDIK) Kabupaten Indramayu.
Dalam sambutannya, Kepala SMPN 7, Dra. Euis Sulastri menekankan pentingnya pendidikan karakter yang terintegrasi dengan kesadaran lingkungan.
Menurutnya, sekolah hari ini tidak hanya bertugas mencetak prestasi akademik, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk mencintai dan menjaga bumi sejak dini ujarnya.
> “Kami ingin semangat ini menular ke sekolah-sekolah lain, termasuk di Indramayu. Ini bukan soal gelar Adiwiyata semata, tapi bagaimana kita menanamkan budaya hidup hijau sebagai karakter anak didik,” ujar Euis penuh semangat.
Sebagai sekolah pengimbas, SMPN 7 merasa memiliki tanggung jawab untuk menularkan praktik baik ini kepada sekolah-sekolah lain.
Prestasi yang diraih, seperti Juara 2 Green School Ranking Nasional dan predikat Sekolah Adiwiyata Nasional, merupakan buah dari kolaborasi kuat dengan berbagai pihak, termasuk dunia industri.
Euis juga mengapresiasi peran aktif PT. Polytama Propindo yang turut mendampingi 12 sekolah binaan di Indramayu. Dukungan dari sektor industri dinilai sebagai langkah penting dalam memperkuat pendidikan lingkungan berbasis komunitas.
Studi banding ini menjadi ajang pembelajaran langsung, seluruh peserta diajak menyusuri berbagai titik kegiatan lingkungan sekolah: mulai dari pengelolaan sampah terpilah, taman hijau hasil karya siswa, hingga penerapan kebiasaan ramah lingkungan dalam keseharian siswa.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan refleksi bersama.
Rombongan dari Indramayu mengaku sangat terinspirasi dan siap mengimplementasikan pengalaman tersebut ke sekolah masing-masing sebagai bagian dari gerakan pendidikan berkelanjutan.
(Hans)








