Jabartandang.com,” – Cirebon., Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon dari berbagai program studi menggelar seminar sekaligus praktek pengolahan dan inovasi berbasis sorgum di Desa Beber. Pada Jumat 29/08/2925, dibalai Desa Beber Kabupaten Cirebon, Acara ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan potensi daerah dengan dukungan teknologi digital dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan yang dipimpin oleh Rohman Nur Fajri, mahasiswa Prodi Pendidikan Bimbingan dan Konseling sekaligus Ketua Kelompok KKN dan Ketua Pelaksana, diikuti mahasiswa lintas prodi seperti Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR), Pendidikan Agama Islam (PAI), Hukum, Ekonomi Syariah, PGSD, hingga Teknik Informatika.

Acara ini dihadiri oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) serta aparat pemerintahan desa yang diwakili oleh Kuwu Momon, bersama tim Kelompok Tani Silih Asih yang juga tampil sebagai narasumber.
Rangkaian kegiatan meliputi tiga pokok utama:
1. Sosialisasi sorgum mulai dari proses penanaman hingga panen.
2. Pengenalan website sorgum berbasis digital, yang dirancang untuk menghubungkan informasi dari hulu ke hilir secara terpadu.
3. Pelatihan pengolahan sorgum menjadi produk inovatif, dengan dua produk perdana yaitu SESOR (Sereal Sorgum) dan COOKIESO (Cookies Sorgum).
Menurut Rohman, kegiatan ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga praktik nyata yang bisa langsung diterapkan masyarakat. “Kami ingin memberikan pengalaman sekaligus peluang ekonomi baru. Sorgum bukan sekadar tanaman alternatif, tapi bisa jadi produk unggulan jika dikelola modern dan dikawinkan dengan teknologi digital,” ungkapnya.
dan mahasiswa KKN UNU Cirebon juga berharap agar kegiatan KKN itu bukan hanya kegiatan seremonial saja melainkan bukti nyata bahwa mahasiswa KKN hadir di masyarakat memberikan dampak yang positif dan membawa perkembangan bagi kemajuan dan kemandirian masyarakat desa dalam mendukung Astacita.
Sorgum dikenal sebagai tanaman pangan bergizi tinggi dan tahan lahan kering. Dengan inovasi digital, mahasiswa UNU Cirebon berharap komoditas ini bisa menjadi daya tarik baru sekaligus sumber ekonomi bagi masyarakat desa.
Kuwu Desa Beber, Momon, menyampaikan apresiasi atas langkah mahasiswa yang melibatkan warga secara aktif. “Ini inovasi yang sangat bermanfaat. Warga dan Mahasiswa tidak hanya tahu cara menanam sorgum, tapi juga belajar mengolah dan memasarkannya secara digital,” ujarnya.
Sementara itu, Kelompok Tani Silih Asih menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat. “Produk SESOR (Sereal Sorgum) dan COOKIESO (Cookies Sorgum) bisa jadi awal baik untuk membawa nama desa Beber lewat olahan sorgum,” kata salah satu perwakilan kelompok.
Kegiatan seminar dan pelatihan ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif serta demonstrasi pembuatan SESOR dan COOKIESO yang langsung dipraktekkan bersama masyarakat. Suasana berlangsung hangat dan penuh antusias, meneguhkan peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
(Hans)










