Purwakarta- Jabartandang.com,” – // Di Purwakarta lagi maraknya ngerehap gedung sekolah dari mulai SD,SMP dan SMA, tapi Pekerja proyek Rehab ruang sekolah SDN 1 Cipaisan ini tanpa di lengkapi K3 , Pengerjaan proyek dana dari APBD Kabupaten Purwakarta Tahun Anggaran 2025 dengan nilai anggaran Rp 498,370,500,- dikerjakan oleh CV, DINNA FAJAR,
dengan waktu 120 ( Seratus dua puluh ) hari Kalender,
Namun pekerja proyek di sekolah itu rata-rata mengabaikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pelaksanaan pekerjaan fisik kegiatan tidak hanya mengutamakan ketepatan waktu dan mutu, namun juga harus menerapkan prinsip Keselamatan, Keamanan dan Kesehatan Kerja (K3).

Pekerja naik keatas tanpa menggunakan alat pelindung keselamatan dalam pekerjaan proyek rehabilitasi ruang kelas sekolah sedang/berat dan rehab ruang kelas di SDN 1 Cipaisan Kelurahan Cipaisan Kecamatan Purwakarta Kabupaten Purwakarta Jawa Barat, yang diduga menyalahi aturan dengan tidak menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sebab pekerja abaikan Keselamatan dan Kesehatan diri. Pada Selasa ( 9 September 2025)
Yang seharusnya pelaksana proyek tentunya para pekerja sudah menjadi tanggung jawab moral terhadap keselamatan para pekerja konstruksi adalah bagian tanggung jawab dari penyedia jasa maupun pemberi kerja. Baik proyek dengan nilai besar maupun kecil seharusnya memenuhi peraturan K3.awak media investigasi kelapangan langsung ketemu dengan kunsultannya ( Ican) awak media mempertanyakan terkait (K3) kenapa tidak dipake ? Jawab ican ada (K3) cuman tidak dipake saja, ucap ican
Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memiliki beberapa dasar hukum pelaksanaan. Diantaranya ialah Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Permenaker No 5 Tahun 1996. Tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta Permenaker No 4 Tahun 1987 tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Tata Cara Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja (P2K3).
Sampai berita ini di terbitkan pelaksana atau kontraktor proyek belum bisa di kompirmasi, namun tim awak media Masih mencoba untuk mengkonfirmasi pihak kontraktor.”nya
( Ramaldi)









