Jakarta, Jabartandang.com,” – Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengungkap dan melumpuhkan 11 jaringan narkoba lintas wilayah strategis di Indonesia, pencapaian tersebut langsung disambut baik oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
Hasil ini dicapai berkat operasi gabungan dari BNN Pusat, BNN Provinsi, dan instansi lainnya yang telah menangkap sebanyak 53 orang tersangka, termasuk dua diantaranya adalah warga negara asing, Selasa, (16/9/2025).
Operasi ini mencerminkan kinerja terpadu dan sinergi antar-lembaga negara, serta kekuatan intelijen.
Selama periode Agustus hingga pertengahan September total barang bukti narkotika yang berhasil diamankan mencapai sekitar 503 kg lebih, terdiri dari berbagai jenis seperti sabu, ganja, ekstasi, hingga kokain.
Kegiatan pemusnahan barang bukti digelar pada 15 September di dua lokasi berbeda yakni Lapangan Parkir BNN RI dan PT. Jasa Medivest, Cikarang.
Kedeputian Bidkoor Kamtibmas mewakili Kemenko Polkam menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkotika merupakan prioritas nasional guna memperkuat ketahanan sosial dan menjaga keamanan generasi penerus bangsa.
Dalam pernyataan terpisah Plt. Deputi Bidkoor Kamtibmas Irjen Pol. Desman Sujaya Tarigan pun kembali menegaskan bahwa upaya BNN adalah bagian dari strategi nasional dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika. “Ini bukan sekadar penegakan hukum, tetapi juga perlindungan terhadap kemanusiaan dan masa depan Indonesia,” tutur beliau.
Tidak hanya jaringan narkoba, BNN RI juga berhasil mengungkap adanya tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan jaringan narkoba tersebut di berbagai wilayah seperti Palembang, Sumatera Selatan, yang apabila diakumulasikan nilai keseluruhan aset mencapai lebih dari Rp.52,7 miliar.
Operasi ini juga berhasil menguak keberadaan laboratorium rahasia (clandestine lab) sabu skala rumahan serta peredaran vape mengandung zat narkotika yang ditujukan untuk menyasar generasi muda.
Dengan nada penekanan Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto menjelaskan, pendekatan BNN tidak hanya bersifat represif, tetapi juga humanis serta program rehabilitasi dan pencegahan, seperti Desa Bersinar (Bersih Narkoba), terus diperkuat untuk membangun ketahanan masyarakat dari bahaya narkotika sejak dari akar rumput.
“BNN bersikap tegas terhadap jaringan pelaku, namun tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan kepada korban penyalahgunaan Narkotika. Masyarakat perlu tahu bahwa setiap langkah yang kami ambil berdasarkan riset dan data intelijen yang kuat,” ujar Suyudi.
”Perang melawan narkoba adalah tanggung jawab kolektif. Mari jaga keluarga, lingkungan, dan bangsa ini agar tetap bersih dari narkoba,” lanjut Suyudi.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula pemusnahan barang bukti dari berbagai kasus yang telah berkekuatan hukum, berasal dari BNN Pusat maupun BNNP di Sumsel, Kepri, Riau, Lampung, Jabar, Jatim, Bali, Kalteng, Kaltara, dan Sulsel.
Total barang bukti yang dimusnahkan meliputi berbagai bahan kimia prekursor, sabu 48,7 kg, ganja 387 kg, ekstasi 2.086 butir serta kokain 1,3 kg.
Pemerintah mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama memerangi narkotika secara menyeluruh mulai dari pencegahan, penegakan hukum, hingga rehabilitasi.
(A. Mulyadi)
Badan Narkotika Nasional (BNN) Bongkar 11 Jaringan Narkoba







