Jabartandang.com,” Cirebon., – Suasana berbeda mewarnai kegiatan rutin bulanan PKK Kecamatan Jamblang, kali ini Tidak seperti biasanya yang digelar di aula kecamatan atau balai desa, pertemuan tersebut dilaksanakan nampak secara khusus di Baraja Coffee Amphitheater, Jalan Tuparef Kab. Cirebon, dan dihadiri puluhan ibu-ibu kader PKK dari Kecamatan Jamblang.
Kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Owner Baraja Coffe Amphitheater, sekaligus Ketua Penggerak PKK Desa Bakung Kecamatan Jamblang Vidya Ikawati, S.Si., MT., turut hadir dan menyambut langsung para peserta. Dalam kesempatan tersebut, Vidya menyampaikan apresiasi kepada PKK Kecamatan Jamblang atas konsistensinya menggerakkan peran perempuan dalam pembangunan keluarga dan masyarakat.

“Baraja Coffe Amphitheater terbuka untuk kolaborasi. Kami ingin ruang ini menjadi tempat berkembangnya kreativitas, budaya, dan edukasi, termasuk di bidang kuliner,” katanya.
Lebih lanjut Vidya menjelaskan bahwa empal Blotong ini bisa semakin lestari dengan diadakannya demo masak ini, soalnya saya tanya sama ibu Kuwu Siti Winangun itu ngga bisa masaknya karena agak berbeda dengan empal gentong pada umumnya, makanya kita adakan acara ini imbuhnya.
Acara semakin menarik dengan demo masak bersama Chef Rieza, selaku Executive Chef Baraja Coffee Amphitheater, Chef berbakat ini kembali mengangkat menu legendaris Empal Blotong, kuliner khas Cirebon tempo dulu yang kini mulai jarang ditemui.
Chef Rieza menjelaskan bahwa Empal Blotong merupakan warisan kuliner leluhur yang diyakini muncul jauh sebelum empal gentong maupun empal asem. Masakan ini menggunakan bagian daging sapi yang dimasak perlahan dengan bumbu rempah dan teknik tradisional sehingga menghasilkan rasa gurih khas yang otentik.
Menu Empal Blotong sekarang sudah tersedia di Baraja Coffee Amphitheater, Begitu juga menu Empal Gentong dan Empal Asem imbuhnya,

“Empal Blotong bukan sekadar makanan, tapi identitas sejarah dapur Cirebon. Tugas kita melestarikannya,” ujar Chef Rieza di hadapan para kader PKK yang antusias menyimak.
Ketua PKK Desa Bakung yang juga Owner Baraja Coffe Amphitheater menyampaikan bahwa kegiatan rutin ini tidak hanya untuk koordinasi program, tetapi juga edukasi keterampilan sekaligus pelestarian budaya lokal.
“Kuliner adalah bagian dari identitas daerah. Melalui demo masak ini, kami ingin ibu-ibu kader punya bekal pengetahuan, sekaligus bisa meneruskannya ke generasi muda,” ungkapnya.
Para peserta diberikan kesempatan mencicipi hidangan Empal Blotong dan berdiskusi langsung soal resep, teknik memasak, hingga potensi pengembangan kuliner tradisional menjadi produk unggulan ekonomi keluarga.
Pertemuan ini menjadi contoh sinergi positif antara organisasi masyarakat dan pelaku usaha lokal. Baraja Amphiteater tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya acara, tetapi juga ruang inspirasi untuk mengangkat kuliner, kreativitas, dan pemberdayaan perempuan.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan komitmen untuk terus menghadirkan agenda-agenda PKK yang inovatif, edukatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
(Hans)










