CORONG JABAR : RUPS Bank BJB penempatan Jajaran Direksi dan Komisaris BJB harus peofesional terlepas unsur politis

oleh -20 views

Jabartandang.com,” – Bank BJB ( Bank Jabar Banten) adalah bank BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Banten (pemerintah provinsi Banten memiliki satu bank lain sejak 2016 yang dimiliki secara tidak langsung hingga 2023) yang berkantor pusat di Bandung. Bank ini didirikan pada tanggal 20 Mei 1961 dengan bentuk perseroan terbatas (PT), kemudian dalam perkembangannya berubah status menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Saat ini Bank BJB memiliki 65 kantor cabang, 314 kantor cabang pembantu, 349 Kantor kas, 1.529 ATM, 171 payment point, 5 kantor wilayah, dan Weekend Banking 34.

Ketua presidium Corong Jabar sebuah Lembaga Perhimpunan politisi ,Kepala Daerah ,Akademisi ,Profesi dan Tokoh jawa barat Yusuf sumpena.SH .Spm yang dikenal Kang Iyus mengatakan BJB adalah salah satu BUMD milik provinsi jabar yang harus di jaga oleh semua masyarakat Jawa Barat karena pemegang saham tertinggi mayoritas Pemerintah Provinsi Jabar dan Pemerintah Daerah Kota/Kab sejawa barat ,artinya uang rakyat yang dikelola oleh pemprov dan pemda/pemkot dalam bentuk saham di BJB. Kepemilikan saham Pemprov jabar memiliki saham 38.52% ,pemkab/pemkot sejabar 24,15% sisanya pemda banten dan publik .

Keluarga besar Corong Jabar menyampaikan inalillahi wainnailaihi rojiun turut berduka cita atas wafatnya Direktur Utama BJB bapak Yusuf Sa’adudin semoga almarhum husnul khotimah.

Kejadian dan permasalahan sebelumnya menjadi sebuah pelajaran , Kita semua harus memandang ke depan bahwa BJB dengan kekosongan Dirut BJB ,direksi dan dua Komisaris yang di return oleh OJK menjadi perhatian yang serius pemegang saham dalam RUPS nanti, saya berharap penempatan Dirut dan jajaran direksi serta komisaris harus profesional ,faham
banking business and banking management
,memiliki integritas tinggi ,Kapabilitas , dedikasi dan track record yang dapat dipertanggung jawabkan . Ini sangat penting karena yang dikelola adalah uang rakyat dan nasabahnyapun mayoritas ASN khususnya rakyat jawa barat , BJB bukan perusahaan firma atau koperasi Jadi jangan asal asalan dan jangan ada unsur politis maupun titipan politisi harus benar2 profesional ,saya memberikan apresiasi kepada OJK yang telah selektif dalam menentukan jajaran direksi dan komisaris BJB . Dan saya berharap BJB harus mampu memberikan konstribusi untuk masyarakat jawa barat .tambah Kang Iyus . (Redaksi)