“Gerakan Literasi Wakaf di Cirebon Menguat, Makom Albab Gelar Talkshow Perwakafan”.

oleh -153 views

Jabartandang.com,” Cirebon., – Gerakan literasi wakaf di wilayah Cirebon semakin menguat dengan terselenggaranya Talkshow Perwakafan guna “Optimalisasi Potensi Alumni Pesantren dalam Gerakan Wakaf Indonesia.” Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Zakat dan Wakaf Makom Albab pada Minggu (7/12/2025) di Aula Pendopo Kabupaten Cirebon, dan dihadiri lebih dari seratus peserta yang terdiri dari alumni Ponpes Babakan, para kiai, sejumlah pimpinan pondok pesantren, akademisi, tokoh masyarakat, serta pengurus Makom Albab dari berbagai daerah.

Acara talkshow diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan pembacaan sholawat badar yang dibawakan oleh KH. Ahmad Syafei, yang dilanjutkan dengan sambutan dari beberapa tokoh, antara lain : Direktur Lembaga Zakat dan Wakaf Makom Albab Dr. KH. Zaenuri Anwar, MM, Ketua Umum Makom Albab, Kombes Pol. (Purn) Dr H.Juhana Zulvan MM

Sambutan dari Asisten Daerah (Asda) Kabupaten Cirebon yang hadir mewakili Bupati Cirebon sekaligus secara resmi membuka kegiatan talkshow perwakafan ini.

Pembukaan berlangsung penuh kekhidmatan, mencerminkan besarnya perhatian terhadap pengembangan wakaf sebagai instrumen pembangunan umat.

 Panitia juga menyerahkan santunan kepada yatim dan dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial dan simbol komitmen Makom Albab dalam menghidupkan nilai keberlanjutan dan keberkahan melalui wakaf dan zakat.

Talkshow menghadirkan empat narasumber yang selama ini aktif dalam ekosistem wakaf dan zakat nasional, yaitu:
Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur (Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI), Dr. H. Tatang Astarudin Soleh (Wakil Ketua Pelaksana Badan Wakaf Indonesia)
H. Muhammad Syukron Habibie (Senior Vice President Islamic Ecosystem BSI), H. Hasbi Soekaton (Trimegah Sekuritas)

Para narasumber memberikan pemaparan terkait digitalisasi wakaf, potensi wakaf produktif, tata kelola wakaf modern, serta tantangan pembangunan literasi wakaf di masyarakat.

Dalam penyampaiannya, Prof. Dr. Waryono sebagai regulator menegaskan bahwa wakaf merupakan strategi kemandirian ekonomi umat.

“Jika alumni pesantren dan lembaga umat terhubung dalam sistem wakaf yang terstruktur, maka Indonesia bukan hanya negara muslim terbesar, tetapi akan menjadi bangsa yang mandiri secara ekonomi.”

Sementara Dr. Tatang Astarudin Soleh menyoroti pentingnya tata kelola wakaf modern yang terukur, profesional, dan dapat diaudit guna meningkatkan kepercayaan publik ungkapnya.

Perwakilan industri finansial syariah dari BSI dan Trimegah Sekuritas menambahkan urgensi transformasi wakaf menuju digital, wakaf tunai, serta instrumen investasi berbasis wakaf produktif yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi umat.

Sementara itu disela-sela acara Direktur Wakaf, KH Zaenuri Anwar mengungkapkan pada awak media bahwa Pengembangan dilakukan melihat potensi wakaf di Indonesia cukup besar mencapai 180 Triliun setiap tahun. Namun secara kelembagaan baru tergalang sekitar 3 Triliun yang dapat dikumpulkan, “Melihat besarnya potensi tersebut tentunya Makom Albab ingin berkiprah sehingga wakaf dapat dikelola dengan produktif dan berdampak kepada umat,” ungkap Zaenuri.
Zaenuri menambahkan selama ini ada pandangan yang kurang tepat dimana wakaf itu hanya berupa tanah dan bangunan.
Tentu hal ini kurang tepat dan tidak mengikuti jaman dimana wakaf bisa berupa uang, barang, dan lainnya.
“Jaman dulu wakaf itu hanya berpatokan tidak boleh hilang. Namun sekarang kita harus mengubah paradigmanya harus menghasilkan. Wakaf harus hidup dan berkembang tidak boleh statis” ujar Zaenuri.

Selain itu, Ketua Makom Albab, Kombes Pol. (Purn) Dr. H. Zuhana Zulfan MM mengatakan potensi yang dimiliki alumni Pondok pesabtren (ponpes) Ciwaringin sangat besar.
“Puluhan bahkan ratusan ribu alumni  tentunya menjadi potensi berharga yang dapat dikembangkan,” kata Zulfan.
Zulfan juga mengatakan potensi yang sangat besar apalagi sejumlah alumni bekerja di lembaga atau memiliki kiprah cukup mentereng dalam pekerjaannya.
“Tentu saya mendukung Makom Albab mengembangkan wakaf menjadi produktif,” tandasnya.

Sebagai tindak lanjut kegiatan, dua pihak bersepakat dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Lembaga Wakaf Makom Albab dengan Bank Syariah Indonesia (BSI). Dokumen ini menjadi langkah awal penyusunan roadmap implementasi wakaf produktif berbasis alumni pesantren.

Acara berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi, ditandai dengan sesi tanya jawab dan komitmen tindak lanjut program.

Diakhir acara Lembaga Zakat dan Wakaf  Makom Albab memberikan cidera mata kepada Nara sumber, dan ini diharapkan menjadi momentum awal kolaborasi antar lembaga ini dalam pengembangan wakaf.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Makom Albab dan para pemangku kepentingan menyampaikan optimisme bahwa gerakan wakaf di Cirebon akan berkembang menjadi kekuatan baru dalam pembangunan pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan pemberdayaan sosial masyarakat.

(Hans)

Tentang Penulis: jabar-tandang

Gambar Gravatar
Media Supremasi Hukum, Politik dan Kriminal