Jabartandang.com,” Cirebon., – Wakaf dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong kemandirian ekonomi umat apabila dikelola dengan baik, profesional, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam Talkshow Perwakafan yang digelar Lembaga Zakat dan Infak Makom Albab di Aula Pendopo Bupati Cirebon, Minggu (7)12/2025).
Acara tersebut dihadiri lebih dari seratus peserta yang terdiri dari para pengasuh pesantren, akademisi, pegiat filantropi Islam, serta tokoh masyarakat. Salah satu tamu yang hadir anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Praksi PKB dalam kegiatan tersebut yaitu HM. Sidkon Djampi, SH., MM., yang turut memberikan pandangan terkait urgensi tata kelola wakaf di era modern.
Disela-sela talkshow Sidkon menegaskan pada Jabartandang (JT), bahwa wakaf bukan hanya identik dengan pembangunan masjid atau pemakaman saja, namun jauh lebih luas dan strategis. Menurutnya, wakaf produktif dapat menjadi instrumen ekonomi umat yang berkelanjutan dan berdampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
“Wakaf adalah bagian dari syariat yang memiliki nilai sosial dan ekonomi yang sangat besar. Jika dikelola dengan baik, wakaf mampu menciptakan kemandirian umat melalui pemberdayaan, pendidikan, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ungkap Sidkon.
Lebih lanjut, ia mendorong adanya peningkatan literasi wakaf di tengah masyarakat serta penguatan lembaga yang mengelola wakaf secara profesional dan akuntabel. Transparansi, tata kelola modern, dan pemanfaatan teknologi menjadi aspek penting agar wakaf dapat diterima dan dipercaya publik.
Sidkon juga berharap kegiatan seperti ini dapat memperkuat ekosistem filantropi Islam di Kabupaten Cirebon serta melahirkan kolaborasi antara pesantren, pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat.
Sementara itu, ketua Bidang Keuangan Makom Albab Cirebon Apriezza Zayed Al Pedro menyampaikan bahwa kegiatan talkshow ini merupakan bagian dari upaya memperluas pemahaman wakaf generasi masa kini, sekaligus membuka peluang sinergi berbagai pihak dalam mengembangkan program wakaf produktif di wilayah Cirebon.
Talkshow berlangsung dinamis dengan sesi tanya jawab yang melibatkan peserta dan narasumber. Suasana diskusi mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap implementasi wakaf sebagai pilar ekonomi umat yang inklusif dan berkelanjutan.
(Hans)









