Jabartandang.com,” – Negeri ini sedang tidak baik-baik saja.Bukan karena kekurangan sumber daya,bukan pula karena rakyatnya malas atau bodoh.Negeri ini rapuh karena segelintir anak bangsanya sendiri yang rakus,yang menjadikan kekuasaan sebagai ladang dagang,dan menjadikan penderitaan rakyat sebagai angka statistik yang mudah dihapus.
Di saat harga kebutuhan melambung,di saat rakyat kecil harus memilih antara makan atau bertahan,mereka justru sibuk membagi kue kekuasaan di balik pintu-pintu tertutup.Aturan dibengkokkan,hukum dipermainkan,dan suara rakyat diredam dengan narasi palsu.
“Semua baik-baik saja.”Padahal kita tahu,yang baik-baik saja hanyalah mereka yang duduk di kursi empuk,sementara rakyat dipaksa kuat tanpa pernah diberi keadilan.
Negeri ini tidak sedang krisis moral karena rakyatnya,tetapi karena mereka yang lupa bahwa jabatan adalah amanah,bukan warisan,bukan alat memperkaya diri,dan bukan tameng untuk kebal hukum.Namun ingat,sejarah tidak pernah lupa.
Keserakahan selalu punya akhir,dan kebohongan selalu menemukan waktunya runtuh.Saat rakyat mulai sadar,saat suara kebenaran tak lagi bisa dibungkam,maka mereka yang hari ini tertawa di atas penderitaan akan gemetar menghadapi pengadilan sejarah.
Negeri ini belum hancur.Ia hanya sedang terluka.Dan luka itu akan sembuh ketika keberanian lebih kuat daripada rasa takut. (Iwan)







