“Dari Cangkir ke Pasar Lebih Luas: Harapan UMKM Kopi Cirebon di Coffee Fest 2026” 

oleh -6 views

Jabartandang.com,” Cirebon., – Aroma kopi menyambut langkah para pengunjung yang memadati Mall UMKM Kota Cirebon. Di balik kepulan uap dari cangkir-cangkir kopi lokal itu, tersimpan cerita perjuangan para petani dan pelaku UMKM kopi yang terus berupaya bertahan sekaligus naik kelas di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.
Bagi Rudi, pelaku UMKM kopi asal Kota Cirebon, acara Satu Visi Mall UKM Coffee Fest 2026 bukan sekadar pameran produk. Kegiatan ini menjadi ruang belajar dan bertukar pengalaman, khususnya dalam memahami akses pembiayaan dan pengelolaan keuangan usaha yang selama ini masih menjadi tantangan utama.
“Selama ini kami fokus ke produksi dan rasa. Tapi soal pembiayaan dan pengelolaan keuangan, jujur masih banyak yang belum paham,” ujar Rudi di sela kegiatan.
Melalui Coffee Fest 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cirebon dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon menghadirkan ruang kolaborasi untuk menjawab kebutuhan tersebut. Salah satunya melalui Talkshow Literasi Keuangan yang diikuti sekitar 100 pelaku UMKM dan pelajar.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan bahwa pendampingan terhadap UMKM tidak cukup hanya pada aspek produksi, tetapi juga harus menyentuh pemahaman keuangan dan perlindungan konsumen. Menurutnya, UMKM kopi memiliki potensi besar untuk berkembang jika didukung ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.
Senada dengan itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, menyampaikan bahwa Bank Indonesia terus mendorong UMKM kopi untuk memanfaatkan informasi Komoditas, Produk, dan Jenis Usaha (KPJU) unggulan daerah sebagai pijakan pengembangan usaha. Dengan data dan riset yang tepat, UMKM diharapkan mampu meningkatkan skala usaha dan memperluas pasar.
Dukungan pemerintah daerah juga menjadi bagian penting dalam perjalanan UMKM kopi. Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Iing Daiman, menyebut Coffee Fest 2026 sebagai momentum strategis untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui kolaborasi lintas lembaga.
“Kami ingin UMKM tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dan memiliki daya saing. Literasi dan inklusi keuangan menjadi kunci agar pelaku usaha lebih siap mengembangkan bisnisnya,” ujarnya.
Tak hanya mendapatkan pemahaman, para pelaku UMKM kopi juga berkesempatan bertemu langsung dengan Lembaga Jasa Keuangan melalui sesi business matching. Bagi sebagian peserta, ini menjadi pengalaman pertama berinteraksi langsung dengan perbankan dan lembaga pembiayaan formal.
“Biasanya kami ragu ke bank. Tapi di sini jadi lebih paham, ternyata ada produk yang memang disiapkan untuk UMKM seperti kami,” kata Rudi dengan nada optimistis.
Di tengah hiruk-pikuk Coffee Fest 2026, harapan pun tumbuh bersama aroma kopi yang diseduh. Para pelaku UMKM kopi Cirebon kini tak hanya bicara soal rasa dan kemasan, tetapi juga mulai melangkah menuju pengelolaan usaha yang lebih tertata, berkelanjutan, dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.
Melalui kolaborasi OJK, Bank Indonesia, DKUKMPP, dan Lembaga Jasa Keuangan, perjalanan UMKM kopi Cirebon diharapkan tak berhenti di cangkir, tetapi terus mengalir hingga menjadi penggerak ekonomi daerah.

(Hans)

Tentang Penulis: jabar-tandang

Gambar Gravatar
Media Supremasi Hukum, Politik dan Kriminal