Pemkot Bandung Kembangkan Gig Economy, Gen Z Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Baru

oleh -2 views

Jabartandang.com,” – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendukung pengembangan Gig Economy sebagai salah satu motor kebangkitan ekonomi baru, khususnya bagi generasi muda.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan, Gig Economy menjadi jawaban atas perubahan besar dunia kerja yang semakin berbasis proyek, teknologi, dan fleksibilitas.

Menurutnya, Kota Bandung memiliki modal kuat untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi digital nasional.

“Bandung punya ekosistem yang sangat lengkap. Ada ITB di jantung kota, ada ratusan profesor dan kampus-kampus unggulan lain. Tinggal bagaimana kita menyambungkan talenta, riset, dan industri agar lahir pusat-pusat ekonomi baru,” ujar Farhan saat menghadiri Launching Pelatihan Gig Economy bagi Gen Z dan Soft Launching AI Open Innovation Challenge di Aula Timur Institut Teknologi Bandung (ITB), Jumat, 30 Januari 2026.

Farhan menyebut, Pemkot Bandung siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat, perguruan tinggi, dan sektor industri untuk memastikan transformasi ekonomi berbasis sains dan teknologi berjalan cepat dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto menyampaikan, pemerintah pusat mendorong lahirnya industri-industri baru berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai respons terhadap fenomena deindustrialisasi yang terjadi selama ini.

Ia mendorong kolaborasi erat antara universitas, pemerintah, dan industri agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga produsen inovasi bernilai tambah tinggi.

“Kebangkitan ekonomi nasional harus ditopang industri berbasis sains dan teknologi. Universitas menjadi kunci, riset harus didukung dan dilanjutkan oleh industri agar dampaknya nyata,” ujar Brian.

Di tempat yang sama, Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara menyebut, Gig Economy bukan sekadar fenomena ekonomi baru, melainkan pergeseran mendasar dalam dunia kerja yang menuntut fleksibilitas, kreativitas, dan kemampuan adaptasi tinggi.

Ia menuturkan, perguruan tinggi memiliki tiga peran utama dalam ekosistem ini, yakni mencetak talenta unggul yang siap menciptakan lapangan kerja, menjadi pusat inovasi dan riset, serta menjadi mitra strategis pemerintah dan industri dalam merumuskan kebijakan ekonomi digital yang berkelanjutan.

“Mahasiswa dan alumni adalah penggerak utama ekosistem ini. Mereka paling adaptif terhadap teknologi, berani bereksperimen, dan siap membangun model kerja baru melalui Gig Economy,” ujarnya.

Sebagai informasi, Program Gig Economy dirancang Kemenko Perekonomian Republik Indonesia untuk memperkuat ekosistem digital dari hulu ke hilir, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, perlindungan hak kekayaan intelektual, hingga pengembangan industri semikonduktor.

Pemerintah menargetkan implementasi program ini di 15 kota di Indonesia, dengan Jakarta sebagai prototipe awal.

Pelatihan Gig Economy ini dirancang selama dua hari. Pada hari pertama, peserta dibekali materi kecerdasan buatan, mulai dari pembuatan chatbot hingga pemanfaatan AI untuk menghasilkan konten video. Hari kedua difokuskan pada penguatan aspek bisnis dan pengembangan model usaha berbasis proyek digital.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman serta Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon turut hadir dan menyampaikan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun ekosistem Gig Economy. (iwan)**