“Dari Spanduk Hijau yang Sederhana, Lahir Harapan Besar: Padepokan Santri Makom Albab Cirebon Resmi Berdiri” 

oleh -171 views

Jabartandang.com.,” Cirebon – Di bawah bentangan spanduk hijau bertuliskan Padepokan Santri Makom Albab, suasana santai namun terasa khidmat menyelimuti momen peresmian yang digelar penuh kekeluargaan. Hari itu bukan sekadar seremoni, melainkan penanda lahirnya ruang baru untuk belajar, bertumbuh, dan mengabdi.

Peresmian padepokan tersebut dihadiri jajaran pengurus, para tokoh setempat, serta tokoh Makom Albab. Tampak hadir Pembina Makom Albab Dr. Ir. KH. Sangudi Muhammad, MM., KH. Sanedi, serta Bupati Cirebon selaku Ketua Dewan Pembina Drs. KH. Imron Rosyadi, M.Ag  yang turut memberikan doa dan restu atas berdirinya padepokan santri tersebut.

Dalam suasana sederhana namun sarat makna, peresmian dilakukan sebagai simbol dimulainya perjalanan baru. Padepokan ini diharapkan menjadi tempat pembinaan karakter, penguatan spiritual, sekaligus ruang silaturahmi para alumni dan santri yang tergabung dalam Makom Albab.

Dalam sambutannya, KH. Sangudi menekankan pentingnya menjaga ruh perjuangan Makom Albab agar tetap konsisten dalam membina umat. Ia mengingatkan bahwa sebuah organisasi akan kuat bukan karena bangunannya, tetapi karena kekompakan dan keikhlasan orang-orang di dalamnya.

“Padepokan ini harus menjadi pusat lahirnya gagasan baru,  dan wadah memperkuat nilai keislaman dan kebersamaan yang menyejukkan. Jangan sampai semangatnya redup hanya karena kita lengah menjaga kebersamaan,” pesan KH. Sangudi.

Sementara itu, KH. Imron Rosyadi menyampaikan bahwa berdirinya padepokan ini bukan hanya tentang bangunan fisik, melainkan tentang komitmen bersama untuk menjaga nilai-nilai keilmuan, akhlak, dan kebersamaan. Ia juga menegaskan bahwa “Ruh organisasi akan nyata apabila ada pertemuan Rutin yg direncanakan dengan terprogram”. Ingat Falsafaf : “Kebaikan yang tidak terorganisir akan bisa dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir” tandasnya. “Padepokan ini adalah rumah. Rumah untuk belajar, memperbaiki, dan menguatkan ukhuwah,” ungkapnya lagi.

Ia juga menjelaskan bahwa padepokan ini akan difungsikan sebagai ruang silaturahmi, diskusi, serta tempat menyerap aspirasi masyarakat guna membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial. Saat ditanya terkait pengembangan ekonomi kreatif, Imron menegaskan bahwa apabila ada anggota pengurus  Makom Albab yang telah berkecimpung di sektor tersebut, pihaknya siap membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Ketua Makom Albab Cirebon, Drs. H. Bambang Idris, S.Pd, menegaskan bahwa lahirnya padepokan ini merupakan jawaban atas kebutuhan pembinaan generasi muda di tengah tantangan zaman. Ia menyebut Makom Albab ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk jiwa serta mendorong kemandirian ekonomi.

“Kami ingin padepokan ini menjadi tempat berdiskusi, belajar bersama, dan merencanakan berbagai kegiatan positif. Bukan hanya mencetak santri yang pintar, tapi juga yang berakhlak, peduli, dan siap mengabdi untuk masyarakat. Ini adalah langkah kecil dengan cita-cita besar,” tutur Bambang Idris penuh harap.

Pada kesempatan yang sama, Bendahara Makom Albab, Afriza Zayyed Al Pedro, menyampaikan laporan kegiatan sosial yang telah dilaksanakan, di antaranya bakti sosial di Desa Ciledug Wetan berupa santunan yatim dan dhuafa, pemeriksaan kesehatan gratis, serta edukasi pangan alternatif berbahan sorgum.

“Kegiatan bakti sosial ini menjadi bentuk nyata kepedulian Makom Albab kepada masyarakat. Kami ingin hadir tidak hanya dalam forum diskusi, tetapi juga langsung menyentuh kebutuhan warga,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam momentum Ramadan mendatang, Makom Albab telah menyiapkan rangkaian buka puasa bersama (bukber) di empat titik berbeda. Bukber terakhir direncanakan akan digelar di Pendopo Dauwan, Kabupaten Cirebon, sebagai puncak silaturahmi sekaligus penguatan kebersamaan antaranggota dan masyarakat ujarnya.

Dalam momen tersebut, jajaran pengurus Makom Albab juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Cirebon selaku Ketua Dewan Pembina yang selama ini telah banyak membantu dan mendukung berbagai kegiatan Makom Albab, baik dalam aspek moral maupun fasilitasi kegiatan sosial kemasyarakatan.

Spanduk besar yang terpampang dengan tulisan Masa Khidmat 2025–2030 seakan menjadi pengingat bahwa perjalanan Makom Albab ke depan bukanlah perjalanan singkat. Ada visi panjang yang ingin diwujudkan, ada pengabdian yang ingin terus dirawat.

Peresmian Padepokan Santri Makom Albab menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan nilai keislaman tetap hidup dan tumbuh di tengah masyarakat. Dari tempat yang tampak sederhana itu, harapan-harapan besar mulai ditanamkan untuk umat, untuk generasi, dan untuk masa depan yang lebih baik.

(Hans)

Tentang Penulis: jabar-tandang

Gambar Gravatar
Media Supremasi Hukum, Politik dan Kriminal