Bekasi – Jabartandang.com //
Telah terjadi longsor material sampah berskala besar di TPST Bantargebang, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 15.29 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi akibat pergerakan tumpukan sampah setinggi kurang lebih 40 meter yang longsor dan menutup area operasional seluas sekitar 2.500 meter persegi. Longsoran material sampah itu menimbun sedikitnya tujuh unit truk sampah serta tiga bangunan warung yang berada di sekitar lokasi kejadian.
PROSES TANGGAP DARURAT DAN EVAKUASI
Pascakejadian, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta langsung mengaktifkan Pusat Pengendalian Operasi Darurat (Pusdalops) setelah laporan diterima dari petugas lapangan.
Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyatakan tim tanggap darurat yang terdiri dari petugas DLH, Satpol PP, serta unsur TNI–Polri segera diterjunkan ke lokasi dalam waktu sekitar 15 menit setelah kejadian.

“Hari ini pukul 15.29 kami menerima laporan adanya pergeseran massa sampah di zona operasional TPST Bantargebang. Kami langsung mengaktivasi seluruh unit tanggap darurat, dengan prioritas utama mencari dan mengevakuasi korban serta menyelamatkan kendaraan yang terimbun,” ujar Asep Kuswanto saat konferensi pers darurat di lokasi kejadian.
Hingga pukul 20.00 WIB, lima dari tujuh truk sampah yang tertimbun berhasil dievakuasi menggunakan alat berat seperti ekskavator. Sementara dua truk lainnya masih dalam proses evakuasi.
Tim gabungan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jakarta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, BPBD Kabupaten Bekasi, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi turut terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menjelaskan bahwa kondisi tumpukan sampah yang masih labil menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi.
“Kami melakukan pendekatan secara hati-hati karena kondisi tumpukan sampah masih tidak stabil. Tim juga menggunakan alat pendeteksi kebisingan serta sinyal kehidupan untuk memastikan tidak ada korban yang masih terjebak di bawah material,” jelasnya.
DATA KORBAN YANG DIKONFIRMASI
Berdasarkan hasil identifikasi bersama pihak kepolisian dan tim medis di RSUD Bekasi, jumlah korban jiwa yang terkonfirmasi sebanyak empat orang, yakni:
Sumini (60) – Pemilik warung makan di sekitar lokasi. Jenazah ditemukan di bawah reruntuhan bangunan warungnya sekitar pukul 16.45 WIB.
Dedi Sutrisno (38) – Sopir truk sampah milik Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Pusat. Dievakuasi dari dalam kabin truk pada pukul 17.20 WIB.
Endah Widayanti (25) – Seorang pemulung yang beraktivitas di area TPST. Ditemukan sekitar 100 meter dari titik longsor pada pukul 18.15 WIB.
Irwan Suprihatin (41) – Sopir truk sampah milik Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Timur. Dievakuasi dari kabin truk yang tertimbun pada pukul 19.45 WIB.
Selain korban meninggal dunia, dua orang korban selamat berhasil ditemukan dalam kondisi luka:
Setiabudi (32) – Petugas keamanan TPST, mengalami luka memar pada bagian kaki dan telah mendapatkan perawatan di RSUD Bekasi.
Johan (29) – Pemulung, mengalami luka ringan di bagian kepala dan telah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan di pos kesehatan lapangan.
Hingga saat ini, aparat dan tim penyelamat masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada korban lain yang masih tertimbun material sampah.
(Ade / Tim)










