SUBANG, Jabartandang.com,” – 13 Maret 2026 Dugaan penyelewengan dana hingga **Rp1,5 miliar** di tubuh Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Subang memicu kegelisahan di kalangan pengurus dan para guru madrasah diniyah. Polemik ini tidak hanya menyoal pengelolaan anggaran, tetapi juga membuka persoalan yang lebih dalam: **krisis kepemimpinan dan lemahnya tata kelola organisasi.**
Sejumlah sumber internal menyebutkan bahwa dana yang berasal dari berbagai program dukungan pendidikan diniyah tersebut diduga tidak memiliki **laporan penggunaan yang transparan dan rinci**. Ketidakjelasan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan anggota FKDT di tingkat kecamatan hingga desa.
“Nilainya sangat besar, sekitar Rp1,5 miliar. Tapi sampai sekarang banyak pengurus yang tidak pernah melihat laporan penggunaan dana secara jelas,” ujar salah satu sumber internal FKDT yang meminta identitasnya dirahasiakan.

## Indikasi Ketidakterbukaan Anggaran
Berdasarkan penelusuran dan keterangan beberapa pengurus di tingkat bawah, persoalan mulai mencuat ketika sejumlah program kegiatan tidak berjalan sesuai dengan rencana awal, sementara anggaran disebut telah dicairkan.
Sebagian pengurus mengaku kesulitan memperoleh dokumen pertanggungjawaban keuangan secara lengkap. Hal ini memunculkan dugaan adanya **ketidakterbukaan dalam pengelolaan dana organisasi**.
“Ketika ditanya soal laporan, jawabannya selalu tidak jelas atau ditunda. Ini yang membuat banyak pihak mulai mempertanyakan pengelolaan keuangan di dalam organisasi,” kata seorang pengurus FKDT tingkat kecamatan.
## Desakan Audit Independen
Meningkatnya kecurigaan tersebut mendorong sejumlah pihak untuk mendesak dilakukannya **audit independen terhadap seluruh pengelolaan dana FKDT Subang** dalam beberapa tahun terakhir.
Audit dinilai penting untuk memastikan apakah benar terjadi penyimpangan atau hanya persoalan administrasi yang belum tertata dengan baik.
“Kalau tidak ada masalah, seharusnya tidak ada alasan untuk menolak audit. Justru audit akan membersihkan nama organisasi,” kata seorang pemerhati pendidikan diniyah di Subang.
## Krisis Kepemimpinan
Di balik polemik keuangan, persoalan lain yang mengemuka adalah **gaya kepemimpinan yang dinilai tertutup dan minim komunikasi** dengan para pengurus serta anggota organisasi.
Sejumlah pengurus menilai keputusan-keputusan penting dalam organisasi sering diambil secara sepihak tanpa melibatkan forum musyawarah yang semestinya menjadi mekanisme utama dalam organisasi keagamaan tersebut.
Akibatnya, muncul ketidakpercayaan dari sebagian anggota terhadap kepemimpinan organisasi.
“Masalah ini sebenarnya bukan hanya soal uang. Ini soal kepemimpinan dan kepercayaan,” ujar salah satu pengurus FKDT di wilayah Subang bagian utara.
## Ancaman Terhadap Kepercayaan Publik
FKDT selama ini dikenal sebagai organisasi yang menaungi ribuan guru dan lembaga pendidikan diniyah takmiliyah. Karena itu, polemik yang terjadi dinilai berpotensi **merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan keagamaan**.
Para tokoh pendidikan di Subang berharap persoalan ini segera diselesaikan secara terbuka dan transparan agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di internal organisasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengurus FKDT Kabupaten Subang belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan penyelewengan dana tersebut.
(Fery)









