“Kunjungi Sentra Ayam Kampung KT TANTERIKA, Dinas Pertanian Cirebon Dorong Penguatan Kemitraan dan Pengembangan Usaha” 

oleh -128 views

Kabupaten Cirebon, jabartandang.com., Kunjungan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon ke sentra peternakan ayam kampung Kelompok Tani TANTERIKA (Pertanian, Peternakan, dan Perikanan) pada Rabu 6/5/2026 menjadi momentum strategis untuk melihat langsung perkembangan kelompok tani yang kini menunjukkan pertumbuhan signifikan, baik dari sisi jumlah mitra maupun sistem produksi yang semakin terstruktur.

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, Kepala Bidang Peternakan Denny Nugraha, Mardi dari UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Batembat, serta pengurus Makom Albab bidang Sosial Ekonomi, KH. Syafi’i Muin. Hadir pula perwakilan Kelompok Tani Sorgum Silihwangi Desa Beber, yakni Kuwu Momon dan Ir. Khairudin, serta sejumlah mitra peternak yang menjadi bagian dari ekosistem Kelompok Tani TANTERIKA.
Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, diskusi yang berlangsung menitikberatkan pada strategi pengembangan usaha peternakan ayam kampung, termasuk penguatan pola kemitraan yang dinilai menjadi kunci keberlanjutan usaha.

Kepala Dinas Pertanian, Dr. H. Deni Nurcahya, ST., M.Si menegaskan bahwa potensi peternakan ayam kampung di Kabupaten Cirebon sangat besar jika dikelola secara kolaboratif dan terintegrasi. Ia mengapresiasi langkah Kelompok Tani TANTERIKA yang telah membangun sistem berbasis kemitraan, mulai dari tim penetas, petelur, hingga pembesaran.
“Model seperti ini harus terus diperkuat. Kolaborasi antar-mitra akan menciptakan ekosistem usaha yang saling mendukung, sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan peternak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan, Denny Nugraha, turut menambahkan bahwa pendekatan berbasis kemitraan yang dijalankan Kelompok tani TANTERIKA merupakan model yang tepat dalam menjawab tantangan sektor peternakan saat ini.
Menurutnya, pembagian peran yang jelas antar mitra mulai dari penetasan, pembibitan, hingga pembesaran mampu meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil produksi.
“Kami melihat pola yang dibangun TANTERIKA ini sudah mengarah pada sistem peternakan modern berbasis kolaborasi. Tinggal diperkuat dari sisi manajemen, standar teknis, dan kesinambungan produksi, sehingga ke depan bisa menjadi role model bagi kelompok tani lainnya di Kabupaten Cirebon,” jelas Denny.

Ia juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan, terutama dalam aspek kesehatan ternak, manajemen pakan, serta akses pasar agar usaha peternakan rakyat dapat naik kelas dan lebih kompetitif.

Sementara itu, Mardi dari UPT RPH Batembat turut memberikan gambaran singkat terkait pentingnya vaksinasi dalam dunia peternakan. Ia menjelaskan bahwa vaksin berperan sebagai langkah preventif untuk menjaga kesehatan ternak dari berbagai penyakit menular yang berpotensi menimbulkan kerugian besar.

“Vaksinasi itu bagian dari upaya pencegahan. Dengan pola yang tepat, ternak bisa lebih terlindungi dari serangan penyakit, sehingga risiko kerugian bisa ditekan,” jelasnya.

Di sisi lain, drh. Gharsina memberikan pandangan menarik terkait kondisi ayam kampung di sentra Kelompok Tani TANTERIKA. Ia menyoroti bahwa meskipun sebagian ternak belum menggunakan vaksin, kondisi kesehatan ayam secara umum tetap terjaga dengan baik.
“Ini menjadi catatan positif. Artinya, manajemen pemeliharaan dan kualitas pakan yang diberikan sudah cukup baik. Terbukti selama perjalanan usaha ini tidak ditemukan kasus kematian massal akibat penyakit tertentu,” ungkapnya.
Menurutnya, kualitas pakan dan pola pemeliharaan yang konsisten menjadi faktor penting dalam menjaga daya tahan tubuh ternak, terutama pada sistem peternakan berbasis kemitraan seperti yang diterapkan Kelompok Tani TANTERIKA.

Sementara itu, Ketua Bidang Sosial Ekonomi Makom Albab, KH. Syafi’i Muin, menegaskan bahwa Kelompok Tani TANTERIKA merupakan bagian dari program pembinaan yang dilakukan oleh Majelis Komunikasi Alumni Babakan (Makom Albab) dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis sektor riil.
“Kelompok Tani TANTERIKA ini juga merupakan binaan dari Makom Albab. Kami mendorong agar masyarakat tidak hanya bergerak di sektor keagamaan, tetapi juga memiliki kekuatan ekonomi yang nyata. Peternakan ayam kampung ini menjadi salah satu langkah konkret dalam membangun kemandirian tersebut,” ungkapnya.
Ia juga berharap, ke depan sinergi antara komunitas, kelompok tani, dan pemerintah dapat terus diperkuat agar dampaknya semakin luas bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Kuwu Desa Beber, Momon, menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan Kelompok Tani TANTERIKA yang dinilai mampu menjadi contoh nyata penguatan ekonomi berbasis masyarakat. Ia juga melihat adanya peluang kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Kelompok Tani Sorgum Silihwangi yang dipimpinnya.
“Kami sangat mengapresiasi perkembangan Kelompok tani TANTERIKA yang luar biasa ini. Semangat kebersamaan dan kemitraan yang dibangun menjadi inspirasi bagi kelompok tani lainnya, termasuk kami di sektor pertanian sorgum. Ke depan, kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat,” ungkap Kuwu Momon.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Kelompok Tani TANTERIKA, Suhendana, yang akrab disapa Restu, menyampaikan bahwa perjalanan kelompoknya tidak instan, melainkan melalui proses panjang yang dibangun dari semangat kebersamaan dan komitmen para anggota.
“Kami berangkat dari skala kecil sejak dua tahun silam, tapi dengan semangat dan kekompakan, alhamdulillah sekarang mitra terus bertambah. Harapannya, ke depan Kelompok Tani TANTERIKA bisa semakin berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Restu juga menegaskan bahwa pola kemitraan yang dibangun saat ini menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan usaha, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat yang ingin bergabung dalam usaha peternakan ayam kampung tegasnya.

Di sisi lain, para mitra yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan harapan besar agar pemerintah daerah dapat terus memberikan dukungan nyata, baik dalam bentuk pendampingan teknis, bantuan sarana prasarana, hingga akses pasar yang lebih luas.
Mereka juga berharap adanya keberlanjutan program kemitraan yang lebih terarah, sehingga para peternak tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang secara mandiri dan berdaya saing.

Kunjungan tersebut ditutup dengan suasana kebersamaan yang sederhana namun penuh makna. Seluruh yang hadir dan mitra menikmati hidangan khas berupa ayam kampung goreng serundeng serta telur goreng ayam kampung.

Momen makan bersama ini menjadi simbol keakraban sekaligus wujud nyata hasil dari usaha peternakan yang tengah dikembangkan, memperkuat semangat gotong royong dan optimisme untuk terus memajukan Kelompok Tani TANTERIKA ke depan.

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha peternakan rakyat dapat semakin solid, sehingga Kelompok Tani TANTERIKA mampu menjadi salah satu percontohan sentra ayam kampung berbasis kemitraan di Kabupaten Cirebon.

(Hans)

Tentang Penulis: jabar-tandang

Gambar Gravatar
Media Supremasi Hukum, Politik dan Kriminal