Jabartandang.com,” – Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kota Bandung memastikan kondisi kebun binatang tetap aman dan terkendali di tengah berakhirnya masa nota kesepahaman (MoU) pengelolaan. Pemerintah pusat, provinsi, dan kota kompak menjamin keberlangsungan operasional mulai dari pakan satwa hingga kesejahteraan karyawan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKAD Kota Bandung, Gun Gun Sumaryana mengatakan, tidak ada persoalan signifikan dalam pengelolaan kebun binatang saat ini. Ia menyebut seluruh aspek penting telah berjalan normal dan terkoordinasi dengan baik.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan pakan satwa, kesehatan hingga tenaga kerja semuanya dalam kondisi normal dan terkelola dengan baik,” kata Gun Gun di Kebun Binatang Bandung, Rabu 6 Mei 2026.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemprov Jawa Barat, dan Pemkot Bandung menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas pengelolaan kebun binatang, bahkan setelah MoU sebelumnya berakhir.
“Meski MoU sudah selesai pemerintah tetap hadir. Semua pihak tetap kompak menangani kebun binatang ini,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Pengelola Kebun Binatang, Rohman Suryaman memastikan kebutuhan pakan satwa selama ini tercukupi dengan baik.
Selain pakan reguler, Kata Rohman, satwa juga mendapatkan pakan tambahan berupa enrichment atau pengayaan yang berfungsi menjaga naluri dan kesehatan hewan.
“Enrichment ini penting untuk menjaga insting satwa. Jadi bukan hanya cukup tapi juga berkualitas,” ujarnya.
Dari sisi kesejahteraan pegawai, Rohman memastikan gaji karyawan juga tidak mengalami kendala. Pembayaran honorarium kini ditanggung oleh Pemkot Bandung.
“Alhamdulillah gaji karyawan aman. Operasional lain seperti kebersihan juga tetap berjalan karena didukung pemerintah kota,” ungkapnya.
Terkait kesehatan satwa, kondisi hewan di kebun binatang disebut dalam keadaan baik. Pemeriksaan rutin terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak termasuk dokter hewan dan instansi terkait.
“Satwa sehat, kami rutin melakukan pemeriksaan termasuk general check-up untuk beberapa satwa seperti macan tutul dan gajah,” tuturnya.
Saat ini, proses pemilihan pengelola baru tengah berlangsung. Pemerintah berharap pengelola yang terpilih nantinya memiliki kompetensi yang mumpuni untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kebun binatang ke depan. (IW)***









