“Lautan Manusia Sambut Kirab Budaya Mahkota Binokasih Hari ke-8 di Cirebon, KDM Serukan Kebangkitan Peradaban dan Pelestarian Keraton” 

oleh -11 views

Cirebon, Jabartandang.com., – Ribuan warga tumpah ruah memadati kawasan Alun-Alun Keraton Kasepuhan pada Minggu malam dalam gelaran Kirab Budaya Mahkota Binokasih Hari ke-8 yang berlangsung meriah, sakral, sekaligus penuh nuansa kebudayaan Sunda dan Cirebonan.

Empat momentum penting dalam rangkaian acara tampak menyatu menjadi satu energi budaya yang kuat. Mulai dari prosesi adat dan ritual penyambutan, antusiasme masyarakat yang memadati area kirab, hingga penampilan seni budaya dari berbagai daerah di Jawa Barat yang menampilkan keberagaman tradisi Nusantara.

 

Acara budaya tersebut turut dihadiri Dedi Mulyadi beserta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Wali Kota Cirebon, Bupati Indramayu, serta para Sultan dari empat keraton di Cirebon, yakni Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Kaprabonan.

Dalam suasana malam yang dihiasi cahaya lampu dan obor, tabuhan musik tradisional, serta lantunan doa-doa adat, kirab budaya terasa bukan sekadar seremoni belaka, melainkan simbol persatuan budaya dan kebangkitan identitas masyarakat Jawa Barat.

 

Sebanyak 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat turut ambil bagian dengan menampilkan beragam seni budaya khas daerah masing-masing. Mulai dari tari tradisional, musik etnik, busana adat, hingga pertunjukan teatrikal budaya yang sukses menyedot perhatian masyarakat dan wisatawan yang hadir.

 

Antusiasme warga terlihat luar biasa. Sejak sore hingga malam hari, area alun-alun dan sekitar keraton dipenuhi masyarakat dari berbagai kalangan. Bahkan sejumlah warga rela berdiri, duduk di area bangunan, hingga memanjat titik-titik tertentu demi menyaksikan jalannya kirab budaya secara langsung.

 

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, merawat budaya, serta membangkitkan kembali nilai-nilai peradaban yang diwariskan para leluhur.

 

KDM juga menyoroti keberadaan keraton-keraton di Cirebon sebagai warisan sejarah dan pusat peradaban yang harus dijaga bersama. Ia menegaskan agar aset budaya dan keraton tidak sampai kehilangan nilai sejarahnya akibat kepentingan sesaat.

 

“Keraton itu bukan hanya bangunan tua, tetapi simbol peradaban, identitas, dan kehormatan masyarakat Sunda serta Cirebon. Harus dijaga, dirawat, jangan sampai dijual atau hilang nilai budayanya,” pesan KDM di hadapan ribuan masyarakat yang hadir.

 

Ia juga mengajak masyarakat untuk kembali membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya budaya sebagai fondasi karakter bangsa, termasuk menjaga kebersihan dan ketertiban dalam setiap kegiatan publik.

 

Kirab Budaya Mahkota Binokasih Hari ke-8 di Cirebon malam itu pun menjadi lebih dari sekadar pertunjukan budaya. Ia berubah menjadi ruang silaturahmi lintas daerah, pengingat sejarah, sekaligus momentum menghidupkan kembali semangat peradaban Sunda yang berakar kuat pada budaya, spiritualitas, dan kebersamaan masyarakat.

(Hans)

Tentang Penulis: jabar-tandang

Gambar Gravatar
Media Supremasi Hukum, Politik dan Kriminal