“Bertahun Jalan Rusak Tak Tertangani, Kini Sandaran Kali Pegambiran di Karang Anom Mulai Ambruk”

oleh -2 views

Cirebon, Jabartandang.com., Kondisi infrastruktur di wilayah RT 06/RW 08 terutama jalan disepadan kali Pegambiran Karang Anom, Kota Cirebon, kembali menjadi Keluhan warga. Selain jalan lingkungan yang rusak dan berlubang bertahun-tahun, warga kini juga dibuat khawatir dengan amblesnya sandaran Kali Pegambiran di area perbatasan RW 08 Karang Anom dan RW 07 Karang Mulya.

Kerusakan tersebut dinilai membahayakan keselamatan masyarakat karena berada tepat di sisi akses jalan lingkungan yang setiap hari dilalui warga. Pada lokasi yang rusak, tampak struktur beton sandaran kali runtuh dan sebagian badan tanah di sekitarnya mulai terkikis, tampak badan jalan mulai amblas.

Ketua RW 08 Karang Anom, Suharto, saat di temui dirumahnya, pada Kamis siang (14/05/2026) mengatakan kerusakan sandaran Kali Pegambiran itu terjadi cukup panjang, yakni kurang lebih mencapai 40 meter. Kondisi tersebut membuat warga semakin khawatir terutama ketika memasuki musim penghujan. Suharto menegaskan “Lebih tepatnya sandaran Kali Pegambiran yang jeblos sepanjang kurang lebih 40 meter. Kalau musim hujan datang, air bisa meluap ke jalan, sehingga pengurugan jalan yang sudah dilakukan warga jadi sia-sia,” tandas Suharto.Menurutnya, selama ini warga berupaya mempertahankan akses jalan agar tetap bisa digunakan dengan melakukan pengurugan secara swadaya.

 

Ia menjelaskan, sebelumnya jalan di wilayah tersebut juga dipenuhi lubang besar dan batuan agak tajam. Karena tidak kunjung ada perbaikan secara permanen, warga akhirnya bergotong royong menutup sebagian jalan menggunakan bongkahan puing bekas bangunan.

Material puing itu, kata Suharto, diperoleh dari hasil swadaya masyarakat. Sebagian dibeli menggunakan uang gotong royong warga, sebagian lagi berasal dari sumbangan masyarakat dan para dermawan di lingkungan RW 08.
“Warga hanya ingin jalan tetap bisa dilalui. Karena kalau dibiarkan, kasihan anak-anak sekolah, lansia, dan masyarakat yang setiap hari lewat sini,” katanya.

 

Keluhan juga datang dari Muhadi, salah seorang warga yang sehari-hari harus melintasi jalan tersebut untuk mengantar dan menjemput cucunya. Dengan kondisi penglihatan yang sudah tidak normal karena salah satu matanya tidak berfungsi dengan baik, Muhadi mengaku khawatir saat melintas di jalan rusak dan area pinggir kali yang rawan longsor.

“Kalau malam atau habis hujan lebih bahaya. Jalannya rusak, pinggir kali juga sudah roboh, Saya takut jatuh karena penglihatan saya terbatas,” ungkapnya.
Menurut warga, persoalan ini bukan lagi sekadar soal kenyamanan lingkungan, melainkan menyangkut keselamatan masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut.

Suharto menambahkan, pihak RW sebenarnya sudah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan perbaikan kepada pemerintah. Proposal disebut pernah diajukan kepada Wakil Wali Kota serta melalui jalur pokok-pokok pikiran (pokir) Dewan Perwakilan Rakyat Kota Cirebon (DPRD) Kota Cirebon.
Namun hingga kini belum ada realisasi meski pengajuan telah berlangsung lebih dari satu tahun. Ujarnya.

Tak hanya itu, baru-baru ini warga dan pengurus RW juga kembali mengajukan permohonan bantuan melalui program Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan harapan adanya perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur lingkungan di wilayah tersebut.

Warga berharap pemerintah mulai dari tingkat kelurahan, pemerintah kota hingga pemerintah provinsi dapat segera turun tangan sebelum kerusakan semakin meluas dan menimbulkan risiko yang lebih besar bagi masyarakat.

(Hans)

Tentang Penulis: jabar-tandang

Gambar Gravatar
Media Supremasi Hukum, Politik dan Kriminal