Cirebon, Jabartandang.com., – Momentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi titik kebangkitan baru bagi generasi muda untuk kembali menyadari bahwa masa depan bangsa berada di tangan pemuda yang berani bergerak, peduli, dan tidak kehilangan jati diri.
Hal tersebut disampaikan Komandan Garda Satuan Bakti Serbaguna Karang Taruna (GARDA SAKTI SEKATA) Kota Cirebon, Adi Kusnadi, Rabu (20/5/2026).
Adi menilai, pemuda saat ini menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibanding generasi terdahulu. Jika dahulu perjuangan dilakukan melawan penjajahan fisik, kini generasi muda dihadapkan pada tantangan perpecahan sosial, lunturnya kepedulian, penyalahgunaan teknologi, hingga menurunnya semangat gotong royong.
Menurutnya, Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar mengenang sejarah lahirnya semangat persatuan bangsa, melainkan momentum untuk membangkitkan kembali mental pejuang dalam diri anak muda.
“Pemuda jangan hanya menjadi penonton di negerinya sendiri. Pemuda harus hadir sebagai penggerak perubahan, memiliki kepedulian sosial, menjaga persatuan, dan mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Adi.
Selaras dengan Adi, Sekretaris Garda Sakti Sekata Kota Cirebon, Wahyudi, menegaskan bahwa kekuatan terbesar bangsa Indonesia ada pada semangat persaudaraan dan gotong royong yang diwariskan para pendahulu. Karena itu, generasi muda diminta tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan, ujaran kebencian, maupun informasi yang memecah belah masyarakat.
“Jangan sampai pemuda kehilangan arah karena media sosial. Gunakan teknologi untuk hal positif, berkarya, belajar, dan membantu sesama. Bangsa ini membutuhkan pemuda yang kuat secara mental, cerdas dalam berpikir, dan tulus dalam mengabdi,” kata pria yang akrab disapa Yudi.
Adi dan Yudi mengajak seluruh pemuda Kota Cirebon untuk terus aktif dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat sebagai bentuk nyata semangat kebangkitan nasional di era modern.
Menurut mereka, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Oleh sebab itu, pemuda diminta tidak takut memulai dan terus menjaga optimisme demi masa depan bangsa yang lebih baik.
“Kalau bukan pemuda yang menjaga negeri ini, lalu siapa lagi. Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat bahwa Indonesia membutuhkan generasi muda yang berani, solid, dan siap mengabdi untuk masyarakat,” tutup Adi.
(Hans)







