Jabartandang.com,” – SMKN 1 Plakat tinggi mengelar acara tasyakuran sekaligus perayaan hari ulang tahun (HUT) ke -15 sekolah pada Rabu (20/05/2026)
Acara yang berlangsung meriah tersebut diisi dengan berbagai perlombaan, termasuk lomba tari yang diikuti antusias oleh para siswa namun di balik kemeriahan acara tersebut terdapat insiden yang kurang menyenangkan yang di alami oleh awak media saat hendak peliputan
Kejadian bermula ketika tim awak media yg sedang melintas menuju ke arah Plakat Tinggi, melihat ada nya keramaian di sekolah dan bermaksud untuk mampir melakukan peliputan sekaligus bersilaturahmi dgn kepala sekolah.
Setibanya di lokasi awak media mencoba berkoordinasi dgn petugas keamanan (satpam) sekolah yg berjaga, alih-alih mendapatkan sambutan yang semestinya, oknum petugas keamanan tersebut justru mengeluarkan pernyataan yg tidak etis dan terkesan menghalangi tugas jurnalistik,
Saat kami izin mampir untuk silaturahmi, oknum keamanan tersebut justru menjawab dengan nada kurang enak, katanya kalau mau silaturahmi jangan saat sedang ada acara seperti ini, ujar salah seorang awak media yang berada di lokasi
Meski awak media Telah menjelaskan maksud kedatangan mereka untuk meliput, pihak keamanan tetap bersikap defensif
Dengan alasan kepala sekolah tidak berada di tempat., ” kami sangat menyayangkan sikap arogan tersebut. Padahal kami hanya ingin meliput,
Walaupun kepala sekolah tidak ada, seharusnya bisa disampaikan dengan cara yang sopan, bukan Dengan ucapan yg menyakitkan seolah – olah kehadiran kami mengganggu acara, tambah nya.
Hingga berita ini di turunkan, kepala sekolah SMKN 1 Plakat tinggi belum memberikan klarifikasi terkait kehadiran nya dalam acara penting tersebut,
Maupun setandar operasional prosedur (SOP) penyambutan tamu awak media oleh pihak keamanan sekolah.
Enggan memperpanjang kegaduhan yang dapat menggangu jalan nya acara lomba tari para siswa, awak media memilih melanjutkan perjalanan setelah mengambil beberapa dokumentasi fhoto, Pihak media berharap kejadian ini menjadi evaluasi bagi pihak sekolah agar lebih komunikatif dan menghargai profesi jurnalis dimasa mendatang. (L.Sanjaya/Amri)









