Tokoh Masyarakat Jabar Harus Turun Tangan, Jangan Hanya Pandai Mengkritik

oleh -0 views

JAWA BARAT — Jabartandang.com,” – Pembangunan Jawa Barat tidak mungkin hanya dibebankan kepada seorang gubernur. Kemajuan Jabar membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk para tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, pengusaha, pemuda, komunitas, hingga organisasi kemasyarakatan.

Karena itu, sudah saatnya para tokoh masyarakat di Jawa Barat tidak hanya berdiri di luar lingkaran pemerintahan untuk memberikan kritik, tetapi juga ikut turun langsung, melihat persoalan di lapangan, memberikan solusi, dan mengambil bagian dalam membenahi Jawa Barat.

Kritik tentu penting. Bahkan kritik merupakan bagian dari demokrasi dan kontrol sosial. Namun, kritik akan jauh lebih bermakna apabila disertai dengan gagasan, solusi, serta tindakan nyata.

Jangan sampai masyarakat hanya disuguhi kritik tanpa solusi.

Jawa Barat memiliki persoalan yang kompleks, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, lingkungan, kemiskinan, lapangan pekerjaan, pelayanan publik, hingga berbagai persoalan sosial lainnya. Semua itu tidak mungkin diselesaikan hanya oleh gubernur dan jajaran pemerintah provinsi.

Gubernur memang memiliki tanggung jawab besar sebagai pemimpin daerah. Tetapi gubernur bukanlah satu-satunya pihak yang menentukan masa depan Jawa Barat.

Ada pemerintah kabupaten dan kota, DPRD, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, media, tokoh masyarakat, serta seluruh warga Jawa Barat yang memiliki peran masing-masing.

Jabar maju tidak mungkin hanya dengan gubernur.

Kalau ingin Jawa Barat benar-benar maju, maka semangat yang harus dibangun adalah kolaborasi, bukan sekadar mencari kesalahan.

Para tokoh masyarakat seharusnya menjadi bagian dari solusi. Turun ke masyarakat, menyerap aspirasi, melihat langsung persoalan, mengawal program pemerintah, memberikan masukan yang konstruktif, dan jika diperlukan ikut membantu mencarikan jalan keluar.

Jangan hanya muncul ketika ada kebijakan yang dianggap salah.

Jangan hanya bersuara ketika ada persoalan yang menjadi sorotan publik.

Tetapi hadir juga ketika masyarakat membutuhkan solusi.

Karena membangun Jawa Barat bukan pekerjaan satu orang.

Pemerintah membutuhkan masyarakat. Masyarakat membutuhkan pemerintah. Dan keduanya membutuhkan tokoh-tokoh yang mampu menjadi jembatan, bukan justru memperlebar jarak.

Kritik tetap diperlukan, tetapi kritik yang sehat adalah kritik yang membangun.

Kalau ada jalan rusak, jangan hanya mengatakan jalan rusak. Mari dorong solusinya.

Kalau ada persoalan pendidikan, jangan hanya menyalahkan pemerintah. Mari duduk bersama mencari jalan keluarnya.

Kalau ada masalah lingkungan, jangan hanya berkomentar. Mari turun tangan menjaga lingkungan.

Kalau ada persoalan sosial, jangan hanya membuat pernyataan. Mari bergerak membantu masyarakat.

Itulah esensi membangun daerah.

Jawa Barat membutuhkan lebih banyak orang yang mau bertanya, “Apa yang bisa saya lakukan untuk Jabar?”, bukan hanya bertanya, “Apa yang sudah dilakukan pemerintah?”

Saatnya semua pihak meninggalkan ego kelompok dan kepentingan masing-masing.

Mari kawal pemerintah ketika benar.

Mari kritik ketika keliru.

Dan yang paling penting, mari ikut turun tangan ketika Jawa Barat membutuhkan kontribusi kita.

Sebab masa depan Jawa Barat bukan hanya berada di tangan gubernur.

Masa depan Jawa Barat adalah tanggung jawab kita bersama.

Jabar maju bukan karena satu orang. Jabar maju karena semua orang mau bergerak.

Penulis : (Iwan Buser)