Bekasi- Jabartandang.com,” –Di tengah gempuran kawasan industri modern di Kabupaten Bekasi, sebuah usaha lio H.Acep/amas yang berlokasi di kampung jamjam (Rt.09/Rw.04)Desa wibawamulya kecamatan bekasi kabupaten bekasi.
H.acep masi bertahan hingga sekarang tradisional pembuatan batu bata merah atau yang dikenal dengan sebutan *Lio*, masih eksis dan bertahan di Kampung Jamjam Desa Wibawamulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.
Dilokasi terlihat para pekerja dengan penuh semangat mengolah tanah liat menjadi bata merah di bawah saung beratap bambu yang panjang. Prosesnya masih sangat manual dan tradisional, mulai dari mengaduk tanah, mencetak, hingga mengangkut menggunakan gerobak kayu beroda satu.
“Lokasi di Kp. Jamjan, Desa Wibawamulya, Kec. Cibarusah, Kab. Bekasi. Dari jaman tahun 70-an sampai sekarang pembuatan bata merah / Lio masih bertahan dan masih berjalan dengan baik,” Terang pemilik Lio,H.Acep setelah di kompirmasi du lokasi lio menjelaskan ke awak Media, pada Sabtu (17/10/2026).
Keberadaan industri Lio ini ternyata memiliki peran sosial yang sangat penting. Di saat banyak warga sulit masuk ke pabrik-pabrik industri besar karena keterbatasan usia dan skill ucap H.Acep ke awak media . industri bata merah ini menjadi alternatif mata pencaharian sehri-hari.
Mungki ini semua Sangat menolong bagi pekerja yang ga masuk ke industri,” tambahnya.
Berdasarkan pantauan investgasi Media, sedikitnya ada 7. orang pekerja yang terlibat dalam satu saung. Mereka bekerja secara gotong royong, mulai dari menggali tanah, mencampur dengan sekam, hingga mendorong gerobak penuh tanah yang beratnya puluhan kilogram.
Para pekerja berharap, pemerintah desa maupun Kabupaten Bekasi dapat memberikan perhatian lebih terhadap UMKM tradisional seperti ini, baik dari segi permodalan maupun bantuan alat agar produksi lebih efisien, namun tetap mempertahankan ciri khas tradisionalnya.
Salah satu pekerja sebut saja R.saya bersukur ke H.Acep karna beliau kami di saat ini sulit cari pekerjaa adanya p H.Acep lionya masih berjalan hingga sekarang semoga p.H.di sehatkan selalu .ucapnya.
Industri bata merah ini menjadi bukti bahwa ekonomi kerakyatan berbasis kearifan lokal masih mampu bertahan di tengah modernisasi Kabupaten Bekasi.
Kordinator lapangan akam widura.
(Ad/tim).***







