Usai Pilkades Serentak 2026, Bupati Bekasi Minta Para Kades Hapus Sekat Politik Dan Turun Ke Warga.

oleh -3 views

Bekasi : Jabartandang.com,” –Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja langsung memasang rambu-rambu peringatan tegas kepada 154 kepala desa (kades) yang baru dilantik hasil pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2026 di Kabupaten Bekasi.Layanan Pemda

Kendati dalam menjalankan roda pemerintahan, ratusan para kades tersebut dituntut untuk menjaga integritas, menghindari praktik korupsi, serta mengelola keuangan dan aset desa secara transparan.

Peringatan tersebut disampaikan Asep saat pelantikan dan pengambilan sumpah atau janji 154 kepala desa terpilih hasil Pilkades serentak Kabupaten Bekasi 2026 di Kompleks Plaza Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Rabu 04 November 2026.

Di hadapan para kepala desa, Asep menegaskan jabatan yang diemban sebagai kepala desa bukan sekadar kewenangan administratif, melainkan amanah masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan selama masa jabatan delapan tahun ke depan.


“Jaga amanah dan integritas. Jalankan tugas dengan jujur, transparan, dan akuntabel. Hindari segala bentuk penyalahgunaan wewenang dan korupsi,” tegas Asep Surya Atmaja dalam sambutannya.

Tak hanya soal integritas, Asep juga menyoroti pengelolaan keuangan dan aset desa. Ia meminta para kades memastikan Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), serta seluruh aset desa dikelola secara tertib sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ratusan Warga Bekasi Ogah Program Makan Gratis Dihentikan
“Pastikan pengolahan dana desa, alokasi dana desa, serta aset desa dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” katanya.

Menurutnya, setiap anggaran dan aset desa harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Jangan sampai kewenangan yang dimiliki justru disalahgunakan dan berujung pada persoalan hukum.

“Pastikan pengelolaan dana desa, alokasi dana desa, serta aset desa dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain tata kelola pemerintahan, Asep meminta para kepala desa memprioritaskan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. Mulai dari penanganan kemiskinan, peningkatan sarana dan prasarana, kesehatan, pendidikan, hingga kualitas pelayanan publik.
Ia mengingatkan, kepala desa harus menjadi pemimpin yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, bukan sekadar menunggu laporan atau bekerja dari balik meja pemerintahan.
“Jadilah pemimpin yang responsif terhadap kebutuhan warga,” katanya.

Di sisi lain, Asep juga menekankan pentingnya rekonsiliasi setelah kontestasi Pilkades berakhir. Ia meminta seluruh kepala desa terpilih tidak lagi membawa sekat perbedaan pilihan politik maupun kelompok pendukung ke dalam pemerintahan desa.

Menurutnya, kemenangan dalam Pilkades sekaligus menjadi tanggung jawab untuk melayani seluruh masyarakat, termasuk warga yang sebelumnya tidak memberikan dukungan.

“Alhamdulillah Pilkades telah selesai, saatnya kita kembali bersatu dan merangkul seluruh elemen masyarakat. Tidak ada lagi perbedaan pilihan atau kelompok pendukung. Mulai hari ini, saudara adalah kepala desa bagi seluruh warga tanpa membeda-bedakannya.”Ucapnya

Amanah masyarakat yang dipercayakan kepada saudara merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan selama masa jabatan delapan taun ke depan.

Asep pun mengingatkan kepada jepala desa agar turun langsung ke lapangan keteng masyarakat.Mendengar persialan warga serta menghadirkan kepemingpinan yang amanah inovatif dan responsif.

Agar verjalan dengan integritas.turun langsung di tengah masyarakat.Sertajadilah peminpin yang amanah inovatif.responsif dan bersama-sama membangun dan mewujudkan kabupaten bekasi kedepannya semakin maju dan sejahtra ” ucapnya.

(Ad/tim).***