Kreativitas Tanpa Batas: Begini Cara Hilal Abi dan Anak-Anak Cirebon Lepas dari Kecanduan Gadget

oleh -217 views

Jabartandang.com,” –  Cirebon, 9 Februari 2025 – Di tengah maraknya anak-anak yang kecanduan gadget, sekelompok orang tua di Cirebon menemukan solusi kreatif yang tidak hanya mengurangi ketergantungan anak pada layar, tetapi juga mengasah kreativitas mereka. Lewat kegiatan kopdar (kopi darat) di GOR Bima Cirebon, para orang tua dan anak-anak berkumpul untuk memamerkan karya miniatur bus hasil kreativitas mereka sendiri.

Salah satu yang mencuri perhatian dalam acara ini adalah Hilal Abi, siswa kelas 6 SDIT Muhammadiyah Pronggol. Berbeda dari anak-anak lain yang membawa miniatur bus hasil beli di toko, Hilal justru memamerkan miniatur bus buatannya sendiri, yang ia rancang dengan telaten dari kardus.

Ibunda Hilal, Ella, mengaku bangga dengan perubahan drastis yang dialami anaknya. Jika dulu Hilal sering menghabiskan waktu dengan gadget dan game, kini ia lebih memilih berkutat dengan kardus, gunting, dan lem untuk menciptakan miniatur bus dan kendaraan lainnya.

“Alhamdulillah, anak saya sekarang nyaris tidak pernah main HP lagi. Dulu susah lepas dari game, sekarang malah sibuk bikin miniatur bus dan tank baja dari kardus,” ujar Ella penuh syukur.”

Menurutnya, tren membuat miniatur bus belakangan ini semakin diminati anak-anak. Kegiatan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga melatih ketelitian, imajinasi, dan keterampilan tangan mereka.

“Dari sini kelihatan ya, anak-anak bisa tetap bermain sambil mengasah kreativitas mereka. Meskipun hanya menggunting dan menempel, tapi ada kepuasan tersendiri saat melihat hasil karyanya,” tambahnya.

Keikutsertaan Hilal dalam kopdar miniatur bus ini ternyata berdampak besar pada rasa percaya dirinya. Dari ratusan miniatur bus yang dipamerkan, hanya karya Hilal yang dibuat sepenuhnya dari kardus. Hal ini justru menarik perhatian banyak orang tua lain, yang kemudian mendorong anak-anak mereka untuk mencoba kreativitas serupa.

“Banyak yang beli di toko, sementara anak saya bikin sendiri. Ternyata banyak yang kagum dan tertarik meniru,” jelas Ella.

Lebih dari sekadar hobi, keterampilan ini telah membuka peluang baru bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat mereka. Bahkan, Hilal kini tidak hanya membuat miniatur bus, tetapi juga kendaraan lain seperti tank baja dan mobil perang dari kardus.

“Saya tidak terlalu ikut campur, hanya menuruti apa yang dia butuhkan, seperti lem, sticker, atau bahan lainnya. Selebihnya, dia yang berkreasi sendiri,” ungkap Ella.

Kisah Hilal Abi dan anak-anak Cirebon lainnya menjadi inspirasi bagi banyak orang tua yang ingin mengurangi kecanduan gadget pada anak mereka. Kreativitas yang sederhana, jika didukung dengan baik, bisa menjadi alternatif yang jauh lebih bermanfaat dan menghibur.

Dengan semakin maraknya komunitas kreatif seperti ini, diharapkan lebih banyak anak yang menemukan kesenangan dalam berkarya, bukan sekadar bermain gadget. Kopdar seperti ini pun bisa menjadi ajang bagi anak-anak untuk saling menginspirasi dan memperluas kreativitas mereka.

Jadi, sudahkah Anda menemukan cara kreatif untuk menjauhkan anak dari kecanduan gadget?(Burhan)