BOGOR, Jabartandang.com,” – Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan III, H. Slamet Mulyadi, SH, menegaskan komitmen teguhnya untuk mengawal seluruh aspirasi masyarakat yang dihimpun dalam kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun Sidang 2025–2026 di Kecamatan Ciawi, agar dijadikan prioritas utama dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2027.
Kegiatan reses yang dilaksanakan pada Rabu, 15 Juli 2026 ini berlangsung hangat dan penuh antusiasme, dihadiri langsung oleh Camat Ciawi, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Ciawi. Dalam sesi dialog terbuka tersebut, warga secara lugas menyampaikan sejumlah keluhan mendesak dan harapan pembangunan, mulai dari perbaikan jalan yang rusak parah, penanganan banjir dan drainase, peningkatan layanan kesehatan serta fasilitas pendidikan, dukungan akses pasar bagi petani dan pelaku UMKM, hingga ketersediaan air bersih dan pengelolaan sampah yang lebih baik.

“Kegiatan reses ini bukan sekadar seremonial pertemuan wakil rakyat dengan konstituen. Setiap catatan, keluhan, dan usulan yang disampaikan warga hari ini adalah mandat luhur yang harus saya perjuangkan di gedung DPRD. Saya berjanji tidak akan ada satu pun aspirasi warga Ciawi yang terabaikan; semuanya akan saya bawa dan kawal secara ketat hingga benar-benar masuk ke dalam rancangan APBD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2027,” ujar H. Slamet Mulyadi dalam sambutannya.
Lebih lanjut, politisi PDI Perjuangan ini menilai Kecamatan Ciawi memiliki potensi besar di sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kerakyatan, namun masih terhambat keterbatasan infrastruktur dan pelayanan dasar. Oleh karena itu, penyusunan anggaran tahun depan harus lebih adil, merata, dan tepat sasaran menyentuh kebutuhan nyata warga.
”Tim saya sudah mendata secara rinci setiap usulan, mulai dari pelebaran jalan penghubung desa, penambahan fasilitas dan tenaga kesehatan di Puskesmas, hingga penyediaan akses pasar yang lebih mudah bagi petani Ciawi. Nanti semua data ini akan kami ajukan ke Badan Anggaran dan komisi terkait, serta terus pantau pelaksanaannya agar tidak melenceng dari apa yang warga butuhkan,” tambahnya.
H. Slamet juga menegaskan akan membuka ruang pemantauan terbuka bagi masyarakat. Ia berjanji secara rutin menyampaikan perkembangan pembahasan usulan warga melalui pertemuan tatap muka maupun saluran informasi yang tersedia, sehingga warga dapat mengetahui sejauh mana aspirasi mereka dipenuhi oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.
”Keterbukaan adalah kunci kepercayaan. Warga berhak tahu apa yang sedang diperjuangkan dan kapan realisasinya. Saya berdiri di sini sebagai wakil rakyat, dan kepentingan masyarakat Ciawi adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar,” tegasnya di hadapan warga.
(Lana).








