Subang,Kaliangsana, Jabartandang.com,” – 6/03/2025 – Aktivitas galian yang melibatkan truk pengangkut tanah di Jalan Raya Kalijati dan Jalan Raya Purwadadi belakangan ini memicu keresahan di kalangan warga Kaliangsana. Warga setempat mengeluhkan dampak buruk yang ditimbulkan oleh operasi truk-truk tersebut, yang semakin hari semakin menambah ketidaknyamanan di lingkungan mereka.
Truk pengangkut tanah yang beroperasi di kedua jalan tersebut tidak hanya membawa polusi debu yang berterbangan di udara, tetapi juga meningkatkan tingkat kecelakaan lalu lintas karena seringnya kendaraan besar melintas di jalan yang sudah padat. Debu yang dihasilkan mengganggu kualitas udara dan berdampak pada kesehatan warga, terutama anak-anak dan lansia yang rentan terhadap gangguan pernapasan.
Murdan Sebagai Ketua PAC GRIB JAYA KALIJATI sekaligus warga RW 001 Kaliangsana menekankan agar dampak dari polusi udara galian tanah ini debu dan sebagainya jika ada warga yang sakit pernapasan harus menjadi tanggung jawab pengola galian di lakukan secepatnya medical cekup kepada seluruh warga RW 001 Kaliangsana pengecekan kesehatan nya terutama saluran pernapasan paru-paru karena dampak dari galian tanah tersebut
Selain polusi udara, kerusakan pada infrastruktur jalan juga menjadi masalah besar. Jalan Raya Kalijati dan Purwadadi yang semula cukup baik kini banyak ditemukan lubang-lubang dan kerusakan akibat sering dilalui truk berat. Kondisi ini semakin memperburuk keadaan dan meningkatkan potensi kecelakaan, mengingat banyaknya kendaraan roda dua yang melintas.
Kondisi tersebut membuat warga Kaliangsana merasa tidak aman dan terganggu. Sebagai bentuk protes dan permintaan akan perubahan, warga setempat akhirnya memutuskan untuk mengambil tindakan tegas dengan meminta pemerintah daerah untuk menghentikan sementara operasi truk pengangkut tanah tersebut. Mereka berharap adanya perhatian serius dari pihak berwenang untuk menghentikan kegiatan yang dinilai membahayakan keselamatan dan kesehatan masyarakat.
“Tidak hanya kami yang terganggu, anak-anak juga harus bernapas udara yang penuh debu, dan jalan-jalan yang semakin rusak membuat kami khawatir. Kami meminta agar kegiatan ini dihentikan sementara waktu, sampai ada solusi yang lebih baik,” ungkap seorang warga Kaliangsana, Rudi, yang turut serta dalam aksi protes.
Warga berharap agar pemerintah segera merespons permintaan mereka untuk menghentikan operasi truk tanah ini hingga ada upaya mitigasi yang dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan keselamatan jalan raya.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada respon resmi dari pihak berwenang terkait permintaan warga. Namun, tekanan dari masyarakat semakin kuat, dengan harapan pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan masalah ini.(Rafly)








