Jabartandang,” — Ada perubahan besar dalam pengelolaan sampah di jabar. Jika sebelumnya pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti kerap mengalami kendala, kini di era kepemimpinan Gubernur Jawa Bara Kang Dedi Mulyadi [KDM], distribusi sampah ke Sarimukti berjalan lebih lancar. Apa yang berubah?
Beberapa tahun lalu, masyarakat kerap mengeluhkan menumpuknya sampah di TPS-TPS akibat terbatasnya akses pengiriman ke TPA Sarimukti. Masalah tersebut disebut-sebut berkaitan dengan berbagai kendala teknis dan administratif, mulai dari keterbatasan armada, regulasi dari pihak pengelola TPA, hingga tidak adanya komunikasi intensif antara pemerintah kota dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mengelola Sarimukti.
Namun kini, kondisi itu mulai berubah. Di era KDM, pengiriman sampah ke Sarimukti tak lagi menjadi masalah besar. Pemerintah Kota bandung melalui Dinas Lingkungan Hidup telah melakukan sejumlah terobosan, seperti:
Penambahan dan peremajaan armada truksampah,Penataan ulang rute dan jadwal pengangkutan,Peningkatan koordinasi dengan pihak UPTD TPA Sarimukti dan Dinas LH Provinsi,
Serta perbaikan sistem manajemen data dan pelaporan harian pengangkutan sampah.
“Sejak awal kami ingin menuntaskan masalah klasik kota ini: sampah. Kami mulai dari membangun komunikasi yang intensif dengan kota dan kabupaten untuk memperbaiki sistem internal,” ujar KDM dalam sebuah kesempatan.
Warga pun mulai merasakan dampaknya. “Sekarang TPS nggak terlalu penuh. Truk sampah lebih rutin angkutnya.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan: mengapa hal ini baru bisa dilakukan sekarang? Apakah sebelumnya memang tidak ada kemauan politik atau strategi yang tepat?
Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi refleksi penting, bahwa masalah sampah bukan sekadar teknis, melainkan juga soal tata kelola dan komitmen kepemimpinan.(Redaksi)







