“Longsor Maut di Gunung Burangrang KBB, Tanah Bergerak Renggut Korban Jiwa”

oleh -144 views

Bandung Barat-Jabartandang.com,” – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam beberapa hari terakhir memicu bencana hidrometeorologi berskala besar. Hujan berintensitas tinggi yang berlangsung selama empat hari berturut-turut menyebabkan terjadinya longsor pada lereng Gunung Burangrang, yang kemudian menerjang kawasan permukiman warga di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, pada Jumat malam (23/1/2026) hingga Sabtu dini hari (24/1/2026).

Berdasarkan informasi awal di lapangan, longsoran material tanah bercampur aliran air deras menghantam sedikitnya tiga kampung, yakni Kampung Pasirkuning, Pasiran Cikandang, dan Tarikkolot. Luas wilayah terdampak diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare, mencakup kawasan hunian, akses jalan, serta lahan produktif warga.

Wahyudin (60), salah satu warga setempat yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut, mengungkapkan bahwa bencana terjadi secara tiba-tiba saat sebagian besar warga tengah beristirahat.

“Tanah dan air datang mendadak menghantam rumah-rumah. Situasinya sangat mencekam, warga tidak sempat menyelamatkan harta benda,” tuturnya.

Hingga saat ini, belum terdapat pernyataan resmi terkait jumlah korban jiwa di Desa Pasirlangu, mengingat proses pendataan masih berlangsung di tengah kondisi cuaca ekstrem dan keterbatasan penerangan akibat padamnya listrik.

Screenshot


Berdasarkan data sementara yang dihimpun oleh aparat desa dan tim gabungan, diperoleh gambaran awal dampak bencana sebagai berikut:

• Rumah terdampak: Lebih dari 30 unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga tertimbun material longsor.

• Warga terjebak: Sedikitnya 5 orang warga teridentifikasi masih terjebak di dalam reruntuhan bangunan dan belum berhasil dievakuasi.

• Wilayah terdampak lain: Longsor juga terjadi di Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, yang mengakibatkan 2 orang meninggal dunia.

Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin, membenarkan bahwa proses evakuasi masih menghadapi kendala medan dan cuaca.

“Informasi terakhir, terdapat lima warga yang terjebak di dalam rumah akibat tertimpa material. Kami bersama BPBD dan relawan masih melakukan pendataan serta upaya pencarian,” jelasnya.

Pemerintah daerah bersama unsur terkait telah mengerahkan tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Bandung Barat, BPBD Provinsi Jawa Barat, TNI, Polri, Polhut Perhutani, serta relawan kemanusiaan.

Fokus penanganan darurat saat ini meliputi:

1. Evakuasi korban, khususnya warga yang terjepit atau tertimbun material longsor.

2. Relokasi sementara, dengan memindahkan warga di zona rawan ke lokasi yang lebih aman, termasuk Kantor Desa Pasirlangu.

3. Pembukaan akses, yakni pembersihan jalur yang tertutup material tanah dan puing bangunan untuk memperlancar mobilisasi bantuan.

Peristiwa ini kembali menegaskan tingginya kerentanan wilayah Bandung Barat terhadap bencana longsor, terutama di kawasan kaki gunung yang mengalami tekanan ekologis dan curah hujan ekstrem. Pemerintah dan masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan lebat masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Bencana ini tidak hanya menjadi persoalan kemanusiaan, tetapi juga menuntut evaluasi serius terhadap tata kelola lingkungan, perencanaan ruang, serta sistem mitigasi bencana di wilayah rawan longsor. (Iwan)