Jabartandang.com,” Sumber, Cirebon., – Aktivitas yang tak biasa terlihat di area parkir Masjid Agung Sumber pada Jumat (27/4/2026). Seorang petugas dari Samsat Kabupaten Cirebon tampak melakukan penelusuran data kendaraan bermotor melalui plat nomor yang terparkir rapi di sekitar lokasi.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya intensifikasi pendapatan daerah, khususnya dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Dengan memanfaatkan momentum berkumpulnya masyarakat, petugas melakukan pengecekan status pajak kendaraan secara langsung melalui sistem digital yang terhubung dengan database Samsat.
Seorang petugas di lokasi menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan razia, melainkan pendekatan persuasif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajaknya. “Kami hanya melakukan pengecekan. Jika ditemukan kendaraan yang menunggak, dan bertemu pemiliknya akan diingatkan secara humanis untuk segera melakukan pembayaran,” ujarnya. Jika tidak maka nanti dari data hasil penelusuran ini ada petugas yang akan mendatangi langsung ke rumah wajib pajak katanya
Saat ditanya soal hasilnya Ita (petugas Samsat) mengatakan, dari hasil penelusuran sementara, masih ditemukan sejumlah kendaraan yang tercatat menunggak PKB, dengan variasi tunggakan mulai dari beberapa bulan hingga tahunan. Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan di wilayah Kabupaten Cirebon masih perlu ditingkatkan ujar ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun, dari beberapa sumber, penerimaan PKB hingga triwulan pertama tahun 2026 telah mencapai angka yang cukup signifikan dan menunjukkan tren positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, potensi pajak yang belum tergali dari kendaraan yang menunggak masih cukup besar dan menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Daerah.
Ita, Petugas Samsat setempat yang sedang melakukan pengecekan menambahkan bahwa strategi jemput bola seperti ini akan terus dilakukan di berbagai titik keramaian, tidak hanya di tempat ibadah, tetapi juga pusat perbelanjaan dan area publik lainnya. “Kami ingin mendekatkan layanan sekaligus meningkatkan kesadaran. Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali untuk pembangunan daerah,” katanya.
Dengan pendekatan yang lebih humanis dan berbasis data, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban PKB semakin meningkat, sehingga dapat mendorong optimalisasi pendapatan daerah sekaligus mempercepat pembangunan di berbagai sektor. (Hans)









