Gibas Resort Purwakarta Gelar Audiensi dengan DLH: Soroti Penumpukan Sampah TPA Cikolotok dan Armada Tak Layak Jalan

oleh -2 views

PURWAKARTA-Jabartandang.com // Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Gibas Resort Kabupaten Purwakarta menyambangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta di Kelurahan Nagri Tengah, Rabu (22/4/2026)

Kedatangan mereka bertujuan untuk melakukan audiensi terkait carut-marut pengelolaan sampah dan armada pengangkut yang dinilai tidak layak operasi.

​Audiensi tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Dinas (Sekdis) DLH, Mukti, bersama Kabid P2KL, Wahyudin. Turut hadir memantau jalannya diskusi perwakilan dari Polres Purwakarta, Polsek Kota, serta perwakilan Kesbangpol Kabupaten Purwakarta.

Darurat Sampah di TPA Cikolotok
​Sekjen Gibas Resort Kabupaten Purwakarta, Gara Sugara, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kondisi TPA Cikolotok yang kian memprihatinkan. Penumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik menyebabkan antrean panjang truk sampah hingga meluber ke jalan raya.

​”Antrean truk sampah ini sudah terjadi sejak November 2025 dan hingga saat ini belum ada solusi konkret. Selain mengganggu estetika, kondisi ini sangat mengganggu warga setempat dan pengguna jalan akibat aroma yang tidak sedap,” ujar Gara.

​Ia juga mengaitkan kondisi ini dengan visi “Jabar Istimewa” yang diusung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang sangat menekankan aspek kebersihan lingkungan sebagai prioritas pembangunan.

​Soroti Armada Tua dan Limbah Perusahaan
​Tak hanya masalah penumpukan di TPA, Gibas Resort juga membeberkan sejumlah temuan krusial di lapangan, di antaranya:

​Armada Tidak Layak: Masih beroperasinya mobil operasional sampah yang secara teknis sudah tidak layak jalan namun tetap dipaksakan.
​Limbah MBG: Adanya pembuangan limbah MBG di TPA Cikolotok yang semestinya dikelola secara khusus.

​Limbah Industri: Masuknya limbah perusahaan ke area pembuangan sampah domestik.
​TPS 3R Mandek: Banyaknya fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) di wilayah Purwakarta yang tidak berfungsi optimal.
​Komitmen Pengawalan Ketat
​Gara menegaskan bahwa masalah sampah tidak boleh dianggap remeh karena berdampak langsung pada kesehatan masyarakat luas. Pihaknya menyatakan akan terus mengawal kebijakan lingkungan di Purwakarta secara ketat.

​”Kami akan memantau terus perkembangannya. Masalah sampah menyangkut hajat hidup orang banyak dan kesehatan publik. Kami menuntut langkah nyata dari DLH,” tegasnya.

​Audiensi ini diharapkan menjadi momentum bagi DLH Kabupaten Purwakarta untuk melakukan perbaikan sistemik, baik dari sisi manajerial pengelolaan sampah maupun peremajaan armada, guna memastikan kepatuhan terhadap standar perlindungan lingkungan hidup.pungkasnya

( Ramaldi)