“Kondisi Kali Pegambiran Memprihatinkan, Warga Karang Anom dan Karang Mulya Khawatir Banjir Semakin Parah”

oleh -3 views

Cirebon, jabartandang.com., – Kondisi saluran Kali Pegambiran yang menuju ke muara kembali dikeluhkan warga RT 06 RW 08 Karang Anom dan sebagian warga RW 07 Karang Mulya. Selain mengalami pendangkalan akibat sedimentasi lumpur, sejumlah titik sandaran kali juga terlihat ambles dan rusak, sehingga memicu kekhawatiran warga terhadap potensi banjir yang semakin parah saat musim hujan maupun banjir rob.

Berdasarkan pantauan jabarfakta kondisi di lapangan, aliran kali tampak menyempit dan dipenuhi endapan lumpur serta sampah yang terbawa arus.

Pada beberapa titik, konstruksi sandaran beton terlihat retak dan patah hingga sebagian badan bangunan turun ke dasar kali. Kondisi tersebut berakibat membuat aliran air akan tersendat tidak lagi optimal menuju muara.

Suharto Ketua RW 08 Karang Anom saat dilokasi pada Jum’at (15/05/2026) mengatakan persoalan Kali Pegambiran sebenarnya sudah beberapa kali ditinjau oleh dinas terkait. Namun hingga saat ini, warga mengaku belum melihat adanya solusi nyata maupun realisasi penanganan di lapangan.

“Sudah beberapa kali ada peninjauan dari dinas terkait, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut yang jelas. Warga berharap ada langkah konkret karena kondisi kali semakin mengkhawatirkan,” ujarnya.

Warga menyebut, ketika hujan deras turun bersamaan dengan naiknya air laut, debit air di Kali Pegambiran cepat meluap ke jalan lingkungan dan permukiman warga. Bahkan, genangan sering bertahan cukup lama karena aliran air tersendat akibat pendangkalan dan penyempitan saluran.

Selain sedimentasi lumpur, kondisi bantaran kali yang dipenuhi akar pohon mangrove tua juga menjadi kendala serius dalam upaya pembersihan secara manual. Menurut warga, kontur tanah di area tersebut cukup keras karena dipenuhi akar yang sudah menguat dan menyebar di dasar bantaran kali.

“Warga sebenarnya pernah mencoba membersihkan secara gotong royong menggunakan cangkul biasa, tapi tidak bisa maksimal karena akarnya sangat keras. Kalau mau dibersihkan total memang harus menggunakan alat berat,” ungkap salah satu warga.

Kondisi tersebut membuat warga menilai normalisasi Kali Pegambiran tidak cukup dilakukan secara manual atau sekadar pembersihan ringan. Mereka berharap pemerintah segera melakukan pengerukan lumpur, pengangkatan akar dan sampah, serta rehabilitasi sandaran kali menggunakan alat berat agar aliran air lancar dan kembali normal.

Sebagian warga RW 07 Karang Mulya yang berada di wilayah perbatasan juga mengaku terdampak ketika debit air meningkat. Mereka berharap persoalan ini tidak lagi hanya menjadi agenda peninjauan tahunan tanpa realisasi yang jelas di lapangan.

Masyarakat berharap instansi terkait segera mengambil langkah konkret sebelum memasuki kembali musim penghujan, agar banjir tahunan yang selama ini dikeluhkan tidak kembali terulang dengan dampak yang lebih besar.

(Hans)

Tentang Penulis: jabar-tandang

Gambar Gravatar
Media Supremasi Hukum, Politik dan Kriminal