Cirebon, Jabartandang.com., – Di tengah masih tersendatnya sejumlah proyek pembangunan yang didanai pemerintah, masyarakat Desa Cupang, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, justru menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan besar dalam membangun daerah.
Di bawah kepemimpinan Kuwu Haji Karji yang baru menjabat kurang dari dua setengah tahun, warga Desa Cupang berhasil mewujudkan pembangunan kantor desa baru yang diperkirakan bernilai lebih dari Rp1 miliar. Menariknya, sebagian besar pembiayaan pembangunan tersebut berasal dari swadaya masyarakat, dengan tambahan bantuan dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Indocement berupa material bangunan serta dukungan tenaga arsitek untuk membantu perencanaan konstruksi.
Keberhasilan ini menjadi perhatian tersendiri karena terjadi di saat pembangunan KDMP yang merupakan program pemerintah di wilayah yang sama telah berjalan sekitar enam bulan namun hingga kini belum juga selesai dan masih terlihat mangkrak.

Kontras tersebut menunjukkan dua wajah pembangunan yang berbeda. Di satu sisi, proyek yang didukung anggaran dan program pemerintah belum kunjung rampung. Di sisi lain, masyarakat Desa Cupang mampu menyelesaikan pembangunan kantor desa dari nol hanya dalam waktu sekitar tiga bulan.
Menurut Haji Karji, pembangunan kantor desa berawal dari keprihatinannya melihat kondisi kantor desa lama yang dinilai sudah tidak lagi layak menjadi pusat pelayanan masyarakat.
“Saya ingin masyarakat memiliki kantor desa yang lebih representatif, nyaman, dan menjadi kebanggaan warga Desa Cupang,” ujarnya.
Gagasan tersebut kemudian disampaikan kepada masyarakat dan mendapat dukungan luar biasa. Dukungan tidak hanya datang dalam bentuk dana, tetapi juga tenaga, pikiran, serta partisipasi langsung warga dalam proses pembangunan.
Desa Cupang yang terdiri dari 6 RW dan 20 RT menjadi contoh nyata bagaimana kekuatan masyarakat dapat menjadi motor pembangunan. Ketika gagasan pembangunan kantor desa disampaikan, hampir seluruh elemen masyarakat menyatakan kesiapan untuk terlibat.
Pembangunan kantor desa resmi dimulai pada 10 Oktober 2025. Sejak hari pertama, semangat gotong royong menjadi fondasi utama pelaksanaan pembangunan.
Setiap hari sekitar 100 warga terlibat dalam pekerjaan pembangunan. Masing-masing RT secara bergiliran mengirimkan lima orang warga untuk membantu pekerjaan di lapangan. Sistem kerja bergilir tersebut membuat proses pembangunan berjalan tanpa hambatan dan menciptakan rasa memiliki yang kuat terhadap bangunan yang sedang didirikan.
Tidak hanya tenaga, kebutuhan konsumsi para pekerja juga ditanggung secara bersama-sama. Pada tahap awal, konsumsi disiapkan oleh Kuwu Haji Karji bersama perangkat desa. Selanjutnya giliran masing-masing RW hingga RT yang secara sukarela menyediakan makanan bagi para pekerja setiap harinya.
Semangat gotong royong yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat tersebut membuat pembangunan berjalan sangat cepat. Dalam waktu kurang lebih tiga bulan, bangunan kantor desa baru berhasil berdiri dan kini menjadi salah satu kebanggaan warga Desa Cupang.
Saat ini bangunan utama telah selesai dibangun. Pemerintah desa masih melakukan penyempurnaan dengan melengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti pendingin ruangan (AC), mebel kantor, perangkat pelayanan, dan perlengkapan administrasi lainnya. Kantor desa baru tersebut ditargetkan sudah dapat ditempati dan beroperasi penuh pada akhir Juni 2026.
Bagi Haji Karji, keberhasilan pembangunan kantor desa bukan semata soal berdirinya sebuah bangunan pemerintahan, melainkan bukti nyata bahwa masyarakat mampu mewujudkan pembangunan ketika memiliki tujuan yang sama.
Keberhasilan Desa Cupang juga menjadi pelajaran penting bahwa pembangunan tidak selalu bergantung pada besarnya anggaran. Kepemimpinan yang mampu menggerakkan masyarakat, ditambah budaya gotong royong yang masih terjaga, terbukti mampu menghasilkan karya besar dalam waktu relatif singkat.
Di saat proyek KDMP yang didukung program pemerintah masih belum menunjukkan penyelesaian setelah enam bulan berjalan, warga Desa Cupang telah membuktikan bahwa kebersamaan dapat menjadi energi pembangunan yang jauh lebih kuat.
Kantor desa yang kini berdiri megah tersebut bukan hanya simbol pelayanan publik, melainkan juga menjadi monumen kebersamaan masyarakat Desa Cupang. Sebuah bukti bahwa ketika pemimpin mampu menggerakkan warganya, dan masyarakat percaya kepada pemimpinnya, pembangunan besar dapat diwujudkan dengan kekuatan sendiri.
Kisah Desa Cupang menjadi contoh bahwa gotong royong bukan sekadar warisan budaya, melainkan kekuatan nyata yang masih mampu mengubah mimpi menjadikenyataan.
(Hans)
( Redaksi )









