Cirebon, Jabartandang.com., – Desa Beber, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu kawasan pengembangan sorgum yang semakin diperhitungkan di tingkat nasional. Berbagai kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok tani, perguruan tinggi, hingga dunia industri terus memperkuat Desa Beber sebagai pusat inovasi pangan berbasis sorgum.
Salah satu bentuk kolaborasi tersebut terlihat melalui kegiatan monitoring implementasi Program Youth in Action 2 yang diselenggarakan PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining). Kegiatan berlangsung di Korporasi Sorgum Kelompok Tani Terpadu (KTT) Silihwangi dan dihadiri langsung oleh Novitasari Ratna Dewi, CSR Section Head KPP Mining Head Office Jakarta, sebagai representasi KPP Mining.
Dalam kunjungannya pada Jumat 24/07/2026, Novitasari didampingi Kepala Desa Beber, Momon, yang selama ini terus mendorong pengembangan sektor pertanian berbasis sorgum sebagai salah satu potensi unggulan desa. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan terhadap sinergi antara dunia industri, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun ketahanan pangan berkelanjutan.
Novitasari menjelaskan bahwa Youth in Action 2 merupakan kompetisi proyek sosial yang diperuntukkan bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Program ini diawali dengan proses seleksi proposal, dilanjutkan presentasi (pitching), pendanaan, pendampingan (mentoring), hingga implementasi program di lapangan selama kurang lebih tiga bulan.

“Pada kategori ketahanan pangan terdapat lima tim finalis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Salah satunya adalah Politeknik Astra (ASTRAtech) yang mengimplementasikan program Pengembangan Ekosistem Agropreneur Berbasis Circular Economy melalui Produksi Mi Sorgum di Desa Beber, Kabupaten Cirebon,” ungkap Novitasari.
Ia menambahkan, seluruh rangkaian kompetisi berlangsung sekitar enam bulan dan pemenangnya dijadwalkan diumumkan pada 28 Agustus 2026 di Jakarta. Selain menjadi ajang kompetisi, program ini juga bertujuan melahirkan inovasi sosial yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ketua Tim ASTRAtech, Kadek Bintang Januarta, mengatakan bahwa selama tiga bulan terakhir timnya telah menjalankan berbagai kegiatan implementasi bersama masyarakat Desa Beber. Program tersebut tidak hanya berfokus pada pengembangan mi sorgum sebagai produk pangan sehat, tetapi juga memperkuat ekosistem usaha masyarakat melalui pendampingan produksi, peningkatan kualitas produk, pengemasan, hingga strategi pemasaran.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sorgum memiliki potensi besar menjadi pangan masa depan. Karena itu, selama implementasi kami berupaya membangun kolaborasi bersama kelompok tani agar produk olahan sorgum memiliki nilai tambah dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pada kegiatan monitoring tersebut, mahasiswa ASTRAtech juga menyajikan secara langsung olahan mi sorgum yang sebelumnya diproduksi dalam bentuk mi kering, kemudian dimasak dan disajikan sebagai menu mie ayam. Sajian tersebut menjadi salah satu hasil nyata implementasi program hilirisasi sorgum, yang membuktikan bahwa komoditas lokal dapat diolah menjadi pangan modern dengan cita rasa yang kompetitif tanpa menghilangkan nilai gizi yang dimiliki sorgum.
Beberapa tamu yang hadir berkesempatan mencicipi hidangan tersebut, termasuk Novitasari Ratna Dewi yang memberikan apresiasi terhadap kualitas produk hasil inovasi mahasiswa.
Turut hadir pula Akhmad Junairi, SH., MH., KIP Kota Cirebon yang ikut mencicipi mie ayam sorgum olahan para peserta monitoring. Menurutnya, cita rasa, tekstur, dan kualitas mi sorgum yang disajikan menunjukkan bahwa sorgum memiliki prospek besar untuk dikembangkan sebagai alternatif pangan sekaligus produk unggulan daerah yang bernilai ekonomi.
Sementara itu, Kepala Desa Beber, Momon, menyambut baik kehadiran mahasiswa ASTRAtech dan dukungan KPP Mining. Menurutnya, Desa Beber memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai sentra pengembangan sorgum di Kabupaten Cirebon, bahkan di tingkat nasional.
“Kolaborasi seperti ini menjadi energi baru bagi masyarakat desa. Kami berharap pengembangan sorgum tidak hanya berhenti pada budidaya, tetapi juga mampu melahirkan berbagai produk olahan bernilai ekonomi tinggi sehingga membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya.
Melalui sinergi antara pemerintah desa, kelompok tani, perguruan tinggi, dan dunia industri, Desa Beber kini semakin dikenal sebagai kawasan yang aktif mengembangkan inovasi pangan lokal berbasis sorgum. Kehadiran Program Youth in Action 2 menjadi bukti bahwa potensi desa mampu menarik perhatian berbagai pihak untuk bersama-sama membangun ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta menciptakan ekosistem agropreneur berbasis circular economy yang berkelanjutan. Desa Beber pun semakin mengukuhkan identitasnya sebagai Kampung Sorgum, tempat lahirnya berbagai inovasi pangan lokal yang siap bersaing di tingkat regional maupun nasional bahkan internasional.
(Hans)








