Jabartandang.com,” – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mengakselerasi upaya pengendalian inflasi melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Kali ini, program tersebut digelar di Kecamatan Cibeunying Kidul, Kamis, 17 September 2026, dengan menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan, Gerakan Pangan Murah merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus meningkatkan keterjangkauan masyarakat terhadap kebutuhan pokok.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Di sisi lain, pemerintah juga berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan agar inflasi tetap terkendali,” ujar Gin Gin.

Berdasarkan data terbaru, inflasi Kota Bandung pada Agustus 2026 tercatat sebesar 0,32 persen secara bulanan (month-to-month) dan 3,27 persen secara tahunan (year-on-year), dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 111,50.
Sejumlah komoditas pangan seperti daging ayam ras, cabai merah, jagung manis, buncis, beras, dan pepaya menjadi penyumbang utama inflasi. Sedangkan bawang merah, bawang putih, tomat, ikan nila, buah naga, jeruk, dan minyak goreng memberikan kontribusi terhadap deflasi.
Menurut Gin Gin, GPM menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Bandung dalam mendukung program nasional Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang digagas Badan Pangan Nasional.
“Kegiatan ini juga menjadi sarana memperpendek rantai distribusi pangan dari produsen langsung kepada masyarakat. Kami melibatkan petani, peternak, kelompok tani, gabungan kelompok tani, distributor, Perum Bulog, ID Food, hingga pelaku usaha pangan lainnya,” katanya.
Pada pelaksanaan kali ini, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Di antaranya beras medium SPHP yang dijual Rp60.000 per 5 kilogram, gula pasir Rp16.000 per kilogram, bawang putih Rp30.000 per kilogram, bawang merah Rp26.000 per kilogram, serta minyak goreng Rp15.500 per liter.
Selain itu tersedia pula daging ayam ras dengan harga Rp36.000 hingga Rp37.000 per kilogram, telur ayam ras Rp23.000 per kilogram, aneka cabai dengan harga Rp48.000 hingga Rp60.000 per kilogram, serta berbagai sayuran segar yang dijual serba Rp5.000.
Gin Gin menjelaskan, Gerakan Pangan Murah tidak hanya berfokus pada penjualan bahan pangan murah, tetapi juga mendorong peningkatan kemandirian pangan masyarakat. Karena itu, kegiatan ini turut menghadirkan edukasi urban farming serta pembagian benih ikan gratis kepada 200 warga.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangannya secara mandiri melalui pemanfaatan lahan dan budidaya sederhana di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga diramaikan bazar dan pameran yang melibatkan mitra tani, pelaku usaha pangan, serta Buruan SAE binaan DKPP Kota Bandung yang menampilkan berbagai produk pangan segar maupun olahan lokal unggulan.
Pemkot Bandung menargetkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah sebanyak 34 kali sepanjang tahun 2026 dengan dukungan DKPP Provinsi Jawa Barat dan Bank Indonesia. Hingga pertengahan September, kegiatan serupa telah terlaksana sebanyak 26 kali di berbagai kecamatan di Kota Bandung.
“Sampai akhir tahun, kegiatan ini akan terus dilaksanakan sesuai kebutuhan dan perkembangan harga pangan di lapangan. Masih ada sejumlah kecamatan yang akan menjadi lokasi pelaksanaan GPM sebagai bagian dari intervensi harga yang berkelanjutan,” tutur Gin Gin.
Kecamatan yang masih akan menjadi lokasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah hingga akhir tahun antara lain Bojongloa Kidul, Cinambo, Sukasari, Babakan Ciparay, Astanaanyar, dan Lengkong.
Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan sebelumnya, Gerakan Pangan Murah terbukti mampu membantu menekan harga sejumlah komoditas strategis di tingkat konsumen, meningkatkan daya beli masyarakat, serta menjaga ketersediaan pasokan pangan di wilayah pelaksanaan. (IW)








