AWAK MEDIA HENDAK KONFIRMASI DANA BOS, PIHAK SEKOLAH DIDUGA PERSULIT AKSES BERTEMU KEPALA SEKOLAH

oleh -0 views

OKI, SUMSEL Jabartandang.com,” — Sejumlah awak media yang hendak menjalankan tugas jurnalistik dengan melakukan konfirmasi terkait pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di salah satu sekolah di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, diduga mengalami kesulitan untuk bertemu langsung dengan kepala sekolah.

Kedatangan awak media tersebut pada prinsipnya untuk memperoleh informasi dan klarifikasi mengenai penggunaan serta pengelolaan Dana BOS di sekolah yang bersangkutan. Namun, saat hendak menemui kepala sekolah, awak media justru disebut harus menunggu dan menghadapi sejumlah alasan dari pihak sekolah.

Situasi tersebut menjadi perhatian karena pada waktu yang hampir bersamaan, terdapat tamu lain yang datang ke sekolah dan disebut dapat masuk serta menemui pihak kepala sekolah.

Sementara itu, awak media yang datang dengan tujuan menjalankan fungsi kontrol sosial dan melakukan konfirmasi jurnalistik belum mendapatkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan kepala sekolah.

Perbedaan perlakuan tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan di kalangan awak media mengenai transparansi dan keterbukaan pihak sekolah dalam memberikan informasi kepada publik, khususnya terkait pengelolaan Dana BOS.

Namun demikian, kondisi tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya penyimpangan atau penyalahgunaan Dana BOS. Dugaan adanya persoalan dalam pengelolaan anggaran tersebut masih memerlukan klarifikasi dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Konfirmasi dari pihak sekolah sangat diperlukan agar pemberitaan tetap berimbang dan masyarakat memperoleh informasi yang utuh.

Awak media juga menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan untuk memperoleh penjelasan atas informasi yang berkembang sekaligus menjalankan fungsi jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah belum memberikan klarifikasi secara langsung terkait alasan awak media belum dapat bertemu dengan kepala sekolah maupun mengenai pengelolaan Dana BOS yang menjadi bahan konfirmasi.

Hak jawab dan klarifikasi dari pihak sekolah tetap terbuka untuk disampaikan kepada media sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.

Redaksi akan terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. (L Sanjaya)